Ketua AGPPKnI: Guru Harus Siap atas Perubahan Kurikulum

AGPPKnI dan MGMP) PPKn SMA kota Makassar berfoto bersama setelah menggelar pertemuan.

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR – Asosiasi Guru PPKn Indonesia (AGPPKnI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMA kota Makassar menggelar pertemuan untuk membahas pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka di SMAN 17 Makassar, Kamis (08/12/22).

Unro, M.Pd selaku Ketua AGPPKnI menekankan guru di seluruh Indonesia harus siap atas perubahan kurikulum.

 
 

Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh guru untuk menyikapi perubahan ini adalah terus belajar tanpa henti.

“Kita berharap mereka terus belajar dan terus belajar, kurikulum apapun Guru harus siap. Jadi nggak ada istilah Kurikulum 2013 atau Kurikulum Merdeka,” tegasnya.

Perubahan Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka bagi ketua AGPPKnI bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

“Kami datang ke sini dalam rangka memberikan pemahaman bahwa Kurikulum Merdeka bukan suatu hal yang aneh banget, jadi biasa saja,” lanjutnya.

Nirwana Ridwan, Sekertaris MGMP PPKn SMA kota Makassar menerangkan bahwa kegiatan ini dipandang urgen.

Sebab, kata dia, selama ini problem utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila ialah belum terinternalisasi secara baik dan menyeluruh pada guru-guru Pendidikan Pancasila.

“Selama ini guru-guru Pendidikan Pancasila itu, meskipun tidak seluruhnya, ialah masih sangat kurang memahami tentang Kurikulum Merdeka,” tutur Nirwana.

Kegiatan ini menurutnya, menjawab pertanyaan-pertanyaan para guru-guru Pendidikan Pancasila pada tingkat SMA di kota Makassar tentang penerapan Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan ini memberikan penerangan pada pertanyaan-pertanyaan tentang Kurikulum Merdeka,” imbuhnya.

“Kegiatan pendalaman tentang Kurikulum Merdeka ini bukanlah yang terakhir, kami akan melakukan tindak lanjut dengan kegiatan yang lebih intens lagi,” sambungnya.

Jurnalis: Muhammad Khoidir

Editor: Abdul Muhaimin

Respon (2)

  1. Pertemuan antar Guru memang harus lebih sering dilakukan. Sebab melalui itu hal-hal yang perlu diperbaiki untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran dapat didiskusikan lebih dalam. Pencarian solusi pun akan lebih efektif dari masalah-masalah yang dihadapi dalam mengajar

Tinggalkan Balasan

error: waiittt