ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Akibat gaji belum dibayarkan, salah satu guru honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Daruba yang terletak di Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan, Provinsi Maluku Utara melaporkan Kepala Sekolahnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.
Beberapa guru honorer yang sempat memberikan keterangan kepada Enewsindonesia.com mengungkapkan bahwa tahun ini (2022 ), gaji mereka belum dibayar dikarenakan masih ada gaji tahun lalu yang harus dibayarkan.
“Gaji guru honerer SLB Kabupaten Pulau Morotai sudah enam bulan belum dibayar, dikarenakan masih ada tunggakan tahun lalu yang belum lunas,” beber salah satu guru honor yang meminta namanya dirahasiakan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SLB Negeri Daruba, Nilla Timbuleng, S.Pd mengaku memanipulasi data absensi sebagai pelaporan ke Dinas Pendidikan demi untuk menggaji guru honorer di sekolah tersebut.
“Saya siap menerima konsekuensinya,” ujar Nilla kepada Enewsindonesia.com ketika diwawancarai di kediamannya di Perumahan Guru SLB yang berlokasi di Desa Totodoku, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (2/7/2022).

Nilla menyebut, gaji honorer untuk tahun ini sudah final pelaporannya, berikutnya akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.
“Tinggal menunggu hari untuk ditransfer ke rekening masing-masing guru,” ungkapnya.
Nilla menjelaskan, guru honor yang mengajar di SLB Negeri Morotai semua di SK kan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.
“Jadi mereka adalah honor Pemprov,” tandasnya.
Selain itu, Nilla mengaku terkait Dana BOSS tidak bisa dipakai untuk gaji honor. Tapi, ada hak-hak mereka berupa operasional dan peningkatan kompeten sebagai guru honor yang bukan basic untuk mengajar di SLB.
“Untuk dana Boss sendiri, sudah dua kali kami terima, yaitu tahap awal Delapan Puluh Juta lebih, dan tahap ke dua sejumlah Seratus Juta lebih, tapi banyak kami gunakan di anggaran tak terduga,” sambung Nilla.
Nilla mengaku, dari sembilan guru honor, semuanya tidak layak terima gaji, karena banyak absen atau bolong.
“Hanya saja saya selamatkan dengan cara manipulasi data dan ada data daftar hadir aslinya,” ungkap Nilla.






