ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Keluarga korban hanyut di sungai Pakkasalo, Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone mengucapkan terimalasih kepa tim SAR gabungan yang telah menemukan korban pada pukul 11.30 Wita, Sabtu 13 April 2024, pagi tadi.
“Terimakasih banyak atas bantuanta semuanya tanpa terkecuali, semoga tuhan balas kevaikanta semua,” kata Andi Tenri, cucu dari korban tenggelam tersebut kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (13/4).
Dalam pantauan Enewsindonesia.com, rombongan keluarga korban ikut melakukan pencarian sejak korban dikabarkan hanyut. Rombongan keluarga korban terlihat menggunakan mobil bak terbuka dan sebagian juga menggunakan sepeda motor.
Saat korban ditemukan, pihak keluarga korban tak mampu membendung kesedihannya. Beberapa terlihat menangis histeris di samping jenazah korban hanyut tersebut.
Adapun tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian korban hanyut tersebut yakni, Basarnas, SAR Brimob, BPBD Bone, Pol PP Bone, Katulistiwa, Personel Polsek Bengo, Babinsa, Pemdes Samaenre, dan masyarakat setempat.
Sebelumnya diberitakan, Seorang ibu rumah tangga, Daya (65) warga Dusun Batulappa, Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) hanyut terbawa arus sungai Pakka Salo di Dusun Ellue, Desa Walimpong, Kabupatem Bone sekira pukul 18.30 Wita, Jumat 12 April 2024.
Kepala Desa Samaenre, Syamsuddin menuturkan, peristiwa tersebut bermula pada saat korban pulang dari rumah kerabatnya, Mare (35) yang membantunya memasak karena korban rencannya akan menggelar acara dalam rangka pindah rumah pada hari Sabtu tanggal 13 April 2024 mendatang.
“Korban rencannya akan pindah rumah ke Laccibungnge Kecamatan Libureng. Sebelum korban memanggil saksi untuk memasak, sungai yang dilalui belum banjir namun ketika kegiatan memasak sudah selesai korban bermaksud mengantar kembali Mare ke rumahnya, namun air saat itu sudah cukup deras karena hujan. Saat menyeberang korban terlepas dari pegangan Mare,” ungkap Syamsuddin kepada Enewsindonesia.com.






