ENEWS, MAJENE ••》Musim panen cengkeh di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, memicu keluhan para pengguna jalan. Pasalnya, sejumlah warga memanfaatkan badan jalan untuk menjemur hasil panen cengkeh, sehingga mempersempit akses lalu lintas dan dinilai membahayakan pengendara.
Pantauan di lokasi, hamparan cengkeh yang dijemur hampir menutupi sebagian badan jalan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan yang berpapasan harus bergantian melintas karena ruang jalan menjadi sempit.
Seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang harus menghindari jemuran cengkeh saat melintas.
“Jalan ini merupakan fasilitas umum yang digunakan masyarakat. Kalau sebagian badan jalan dipakai menjemur cengkeh, tentu sangat berisiko dan bisa menyebabkan kecelakaan,” ujarnya kepada Enews, Jumat (5/6/2026).
Ia berharap pemerintah desa maupun pihak terkait segera memberikan imbauan kepada warga agar tidak menggunakan badan jalan sebagai lokasi penjemuran hasil panen.
Keluhan serupa disampaikan Sadin, seorang sopir Hartop asal Dusun Rattepadang. Menurutnya, kondisi jalan yang menyempit akibat jemuran cengkeh sering menyebabkan antrean kendaraan dan menghambat aktivitas pengguna jalan.
“Terkadang kalau ada kendaraan dari arah berlawanan, salah satu harus berhenti menunggu yang lain lewat. Ini sering membuat perjalanan terhambat dan cukup mengganggu,” katanya.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk menertibkan aktivitas penjemuran cengkeh di badan jalan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah potensi kecelakaan.
Penggunaan badan jalan untuk kepentingan pribadi dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada jam-jam sibuk dan saat kondisi cuaca kurang mendukung. (M. Kamil)






