ENEWS PEMILU •• Pilkada serentak 2024 semakin dekat, masyarakat diimbau untuk tidak tersandera dengan praktik politik uang serta narasi propaganda yang justru mencederai.
Hal ini menjadi perhatian khusus oleh Ketua Umum Humaniera Fakulatas Sosial Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Reza Sulistiawan.
Reza mengatakan bahwa untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memilih dengan cerdas, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah konteks pemilihan pemimpin atau kepala daerah yang akan memimpin sebuah daerah selama 5 tahun ke depan.
“Negeri ini memerlukan pemimpin yang dipilih oleh pemilih rasional. Maka dari pada itu kita harus memiliki pola pikir dan pemikiran yang integral, dan melihat sesuatu dengan universal, bukan terbatas pada kepentingan sementara,” terangnya, Sabtu (9/11/2024).
Reza melanjutkan, sebagian besar masyarakat Indonesia selama ini terjebak dalam pola pikir yang sempit, seperti halnya menggadaikan hak politiknya hanya karena nominal tertentu.
“Memilih sebuah pemimpin hendaknya mengacu rekam jejak yang baik dan yang memang pantas untuk menjadi sebuah pemimpin,” jelasnya.
Pemimpin yang layak kata Reza, bukan hanya soal kekuasaan ataupun kekayaan tetapi juga persoalan komitmen untuk membangun sebuah daerah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Jadi, masyarakat harus lebih cerdas dalam menyikapi proses pemilihan dan tidak terlena dengan janji-janji manis atau kepentingan sesaat dan juga kita harus memilih dengan hati nurani dan pikiran yang jernih dan memastikan bahwa kita memilih pemimpin yang benar-benar paham terkait kondisi di daerah,” terangnya.
“Dan juga mampu untuk membawa perubahan dan sebuah kemajuan di daerah kita masing-masing, itulah kunci untuk masa depan sebuah daerah yang lebih baik. A luta continua (Perjuangan akan terus berlanjut. Red),” tutupnya. (Enews)






