Jaga Hubungan Sesama Ummat Beragama, Ini Yang Dilakukan MUI Sulsel

ENEWSINDONESIA.COM, SULSEL – Dalam rangka terpeliharanya kehidupan lintas umat beragama yang semakin harmonis, MUI Sulsel Hub. AUB, AJC Amerika Serikat dan FKLA Sulsel melakukan obrolan antar umat beragama dengan tema “pemberdayaan potensi umat beragama”.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Claro, tepatnya di Room Jade, Jalan A.P.Pettarani, Makassar, Selasa, 26/7/2022 pukul 16.00 WITA dengan menghadirkan empat narasumber internasional, diantaranya adalah:
1). Matius Ho,
2). Rabbi Dr. David Rosen ( International Director, Interreligious Affairs, AJC );
3). Dr. Ari Gordon ( Director, Muslim Jews Relation, AJC );
4). Shira Loewenberg ( Director, Asia Pacific Institute, AJC ).



Obrolan ini dihadiri oleh sejumlah agama yang ada di kota Makassar, mulai dari Katolik, Kristen, Islam hingga Kong Hu Cu.

Acara yang berakhir sebelum shalat magrib ini diawali dengan sambutan dari Ketua Bidang Komisi Hubungan Antar Umat Beragama MUI Sulsel, Dr. Ir. Hj. Mazdah M Zain M.Si yang juga merupakan Rektor Universitas Islam Makassar.

Dalam sambutannya, DR. Mazdah menyampaikan, bahwa ia pernah berkunjung ke Amerika serikat dan di sana terdapat satu Universitas yang membina sekitar 17 agama dan aliran.

“Ini merupakan pelajaran buat kita dalam membangun hubungan antar umat beragama,” ujarnya.

Dia berharap kita semua mampu membangun hubungan yang harmonis dalam hubungan antar umat beragama.

Bertindak sebagai narasumber setelah sambutan Dr. Mazdah, Matius Ho yang merupakan Executive Director at Institut Leimena langsung menyatakan terimakasih kepada MUI Sulsel yang sudah menyambut mereka dengan hangat.

“Tak hanya menyambut kami dengan hangat, MUI Sulsel juga sudah mengatur acara yang sangat serius. Bagi kami, ini kehormatan yang luar biasa, mudah-mudahan ini merupakan langkah awal untuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi ke depan, bagaimana kita membangun kerja sama antar umat beragama tanpa harus tinggalkan kepercayaan kita dan berupaya mencari titik temu,” ucapnya.

Selain itu, Direktur International Interreligious Affairs American Jewish Committee (AJC) Rabbi David Rosen menyatakan, AJC ingin membangun hubungan antar agama dan komunitas di seluruh dunia.

“Sepertinya mayoritas di sini belum punya kesempatan untuk berdiskusi dengan sebuah akademisi yang mengetahui mengenai agama Yudaisme, ini adalah kesempatan besar untuk melontarkan pertanyaan tentang Yahudi, Yudaisme atau yang berhubungan dengan komunitas Islam. Tolong jangan malu untuk mempertanyakan apa yang kalian ingin tanyakan,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan terkait intervensi Amerika terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah, David Rosen menjelaskan, bahwa di Israel 15 persen pupulasi orang Arab Muslim, mereka berkontribusi memberikan voting dalam parlemen di Israel. Sudah di buat hukum-hukum syariah untuk memfasilitasi isu yang terkait dengan Islam. Ada 200 organisasi yang mendukung hubungan antar kaum Yahudi dan Islam. Ada dewan di setiap perwakilan agama, mulai dari Islam, Kristen, Ahmadia, Samarakan dan seterusnya.

“Saya tidak menyatakan kondisi di Israel sudah sempurna, tetapi ini pasti informasi baru bagi semua orang yang hadir hari ini. Mengapa ini adalah sesuatu yang kalian tidak tahu? Karena berita bagus itu bukan berita yang paling mendapatkan perhatian. Media biasanya mencakupi isu-isu yang masih bermasalah, ini bukan salah media, karena itulah yang paling banyak dapat penonton. Sebagai kesimpulan, komunitas Islam, Kristen dan Yahudi di Israel sebenarnya hidup secara harmonis, masalah yang beda adalah yang terjadi di Gaza dan Was Beng,” ungkapnya.

Ia menambahakn, ada dua narasi yang berbeda tentang informasi dari pihak Israel dan Palestina. Dari pihak Palestina mereka mengatakan bahwa Israel tidak pernah serius. Dari pihak Israel sudah serius, tapi setiap kali mereka keluar dari daerah itu, kaum ekstrimis tetap melakukan kekerasan dan akhirnya membuat proses ini susah di jalankan.





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan