Insiden Maut Walanae Bone Dibayangi Dugaan Barang Haram

Mesin perahu terduga pelaku insiden kecelakaan air di Sungai Walanae, Cenrana, Bone. (Dok. Babe)

ENEWS, BONE •• Insiden tabrakan perahu di Sungai Waelanae yang menewaskan Supriadi bin Sukri, warga Dusun III Laopi, Desa Pallime, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terus menyisakan tanda tanya.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 Wita itu kini berkembang ke arah dugaan baru, termasuk indikasi keterkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.



Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani tambak dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Namun hingga kini, pemilik sekaligus pengemudi perahu yang diduga terlibat tabrakan tersebut belum ditemukan.

Dari hasil penelusuran Enews, muncul informasi dari warga sekitar yang mengaku menemukan bungkusan mencurigakan di dalam perahu yang ditemukan tanpa pengemudi. Warga tersebut meminta identitasnya dirahasiakan.

“Ada juga barang kayak sabu-sabu ditemukan, tapi saya tidak tahu sekarang barang itu di mana,” ungkapnya kepada Enews, Sabtu (27/12).

Ia juga mengungkapkan kejanggalan lain, yakni tidak adanya pihak keluarga yang datang mencari pemilik perahu tersebut.

“Itu juga yang bikin heran, karena tidak ada keluarganya yang datang mencari,” tuturnya.

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan, terduga pengemudi perahu merupakan warga Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe.

Dugaan ini diperkuat oleh keterangan kuasa hukum keluarga korban, Fadil Akbar, SH, yang menyatakan bahwa terduga pelaku berinisial BD.

“Pihak keluarga terduga pelaku telah menghubungi kami dan secara tidak langsung mengakui perbuatannya,” kata Fadil Akbar.

Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan belum menemukan bukti kuat yang mengarah pada pelaku. Kapolsek Cenrana, Iptu Arfah, mengaku proses penyelidikan masih menemui kendala di lapangan.

“Masyarakat sekitar TKP tidak ada yang terbuka memberikan kesaksian. Saat kami ke lokasi, di perahu hanya ditemukan sepatu dan gorden jendela,” jelasnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami berbagai informasi, termasuk dugaan penyalahgunaan narkoba yang mencuat dari temuan warga.

Polisi juga belum memastikan keberadaan maupun status hukum terduga pelaku.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi air di Sungai Waelanae yang minim pengawasan dan penegakan hukum.

Keluarga korban mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut demi kepastian hukum dan keadilan bagi korban. (Try Ardiansyah)





Tinggalkan Balasan