IHSG Tertekan, Traze Bahas Peluang dan Risiko Investasi Emas

Ketgam: Peserta dan jajaran PT Traze Andalan Futures berfoto bersama usai kegiatan Traze Open House bertajuk “IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan?” di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Ketgam: Peserta dan jajaran PT Traze Andalan Futures berfoto bersama usai kegiatan Traze Open House bertajuk “IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan?” di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

ENEWS, JAKARTA ••》PT Traze Andalan Futures menggelar talk show edukasi bertajuk “IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan?” di Sinarmas Land Plaza Sudirman (MSIG Tower), Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan melalui program Traze Open House tersebut membahas kondisi pasar saham Indonesia yang tengah menghadapi tekanan, termasuk isu MSCI, serta pergerakan harga emas yang semakin menjadi perhatian investor.

banner 728x250

Dalam diskusi tersebut, Traze menghadirkan Pakar Ekonomi Ibrahim Assuaibi sebagai narasumber. Diskusi dipandu Kuswanto, Head Research Analyst sekaligus Wakil Pialang Berjangka Traze Andalan Futures.

Sejumlah materi dibahas, mulai dari pengaruh penilaian MSCI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), faktor yang memengaruhi harga emas, hingga strategi menghadapi volatilitas pasar.

Peserta juga mendapat penjelasan mengenai pengaruh dolar Amerika Serikat, suku bunga, dan imbal hasil obligasi terhadap pergerakan harga emas.

Kuswanto mengatakan, investor perlu memahami faktor penggerak pasar sebelum mengambil keputusan transaksi. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu menunjukkan peluang beli, begitu pula kenaikan harga emas tidak otomatis terjadi ketika pasar saham melemah.

Ia juga mengingatkan bahwa perdagangan emas, termasuk melalui kontrak berjangka atau XAUUSD, memiliki risiko tinggi. Penggunaan margin dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.

“Keuntungan tidak pernah dijamin. Yang bisa kita lakukan adalah belajar, membuat rencana, dan mengelola risiko dengan disiplin,” ujar Kuswanto.

Dorong Literasi Perdagangan Derivatif

Selain menggelar kegiatan edukasi, Traze memperkenalkan platform Traze HUB yang dapat diakses melalui traze.co.id/trazehub.

Platform tersebut menyediakan informasi pasar, kalender ekonomi, berita pasar, serta materi Trading 101 untuk membantu masyarakat memahami perdagangan derivatif.

Direktur Utama Traze Andalan Futures, Adhy Elma Raharja, mengatakan minat masyarakat terhadap perdagangan derivatif terus meningkat. Namun, menurutnya, minat tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai mekanisme transaksi dan pengelolaan risiko.

“Fokus utama kami untuk mengedukasi masyarakat melakukan trading berdasarkan prinsip kehati-hatian, dengan menanamkan pentingnya manajemen risiko dan psikologi trading,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Ia menambahkan, edukasi tersebut juga diarahkan agar masyarakat memahami pentingnya bertransaksi melalui ekosistem perdagangan yang legal dan terregulasi.

Traze juga mengumumkan rencana peluncuran aplikasi baru dalam waktu dekat. Namun, perusahaan belum mengumumkan tanggal peluncurannya. Informasi selanjutnya akan disampaikan melalui kanal resmi Instagram dan TikTok @traze.indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, Traze berharap masyarakat semakin memahami karakteristik perdagangan derivatif, termasuk potensi keuntungan dan risiko kerugian yang menyertainya.

Perusahaan juga menyediakan pendampingan bagi peserta yang ingin mengenal layanan, prosedur pendaftaran, verifikasi dokumen, serta ketentuan transaksi.

Traze mengingatkan bahwa perdagangan berjangka komoditi memiliki risiko kerugian dan keuntungan yang tinggi. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan