Hipermata Gelar Aksi Unras Tuntut Kejelasan Pengadaan Asrama Baru

ENEWSINDONESIA.COM, TAKALAR – Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) kembali melakukan aksi Unjuk Rasa di depan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (05/07/22).

Aksi unjuk rasa ini merupakan aksi kedua setelah pada Senin 4 Juli 2022 Hipermata melakukan aksi unjuk rasa dengan isu yang sama yakni “menagih janji Sekda Takalar atas pemberian asrama empat di Jalan Asal Mula, Perintis Kemerdekaan, Makassar dan pengadaan asrama baru untuk mahasiswa Takalar yang melanjutkan pendidikannya di Makassar”.

banner 728x250

Aksi yang sudah dilakukan selama dua hari ini tidak kunjung mendapatkan titik temu, Sekretaris Daerah yang sekaligus ketua Tim Anggaran Pemerintahan Daerah(TAPD) tidak pernah hadir ditempat dan menemui massa aksi, padahal Asrama 4 telah menjadi kesepakatan antara Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar dengan Mahasiswa Takalar yang memiliki jarak akses paling dekat dengan asrama 4 ini, yang diantaranya: Mahasiswa Takalar dari Universitas Hasanuddin Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang Makassar, dan Universitas Muslim Indonesia Makassar telah mengumpulkan database mahasiswa yang tidak memiliki tempat tinggal dan kuliah di tiga tempat tersebut.

Takhifal Mursalin, Ketua Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar, mengungkapkan bahwa pengumpulan database ini adalah kesepakatan yang ditempuh Sekda Takalar dan mahasiswa Takalar untuk segera diberikan dan difungsikan asrama 4 tersebut yang secara realitasnya terlibat aktif dalam proses pengadaan asrama tersebut mulai dari tahap perencanaan sampai rampungnya pembangunan.

“Sekda Takalar harus menuntaskan apa yang menjadi kesepakatan kita bersama yakni akan memberikan asrama baru kepada mahasiswa Takalar dan memberikan hak adik-adik mahasiswa yang kuliah di sekitar Asrama 4 di jalan Asal Mula tersebut,” ujar Takhifal.

Takhifal menyebut, pihaknya telah menunggu sekitar selama enam bulan dan beberapa database sudah dilengkapi namun Sekda tidak pernah memberikan jawaban yang jelas terkait asrama ini.

“Kami tidak pernah mempersoalkan historikal konflik yang terjadi di tubuh mahasiswa Takalar, hanya saja hak dari saudara – saudari kita yang perlu diberikan yakni fasilitas pendidikan untuk menunjang perbaikan dan peningkatan indeks pembangunan Sumber Daya Manusia di Takalar tanpa mengecualikan siapapun,” tegasnya.

Ifhal, salah satu massa aksi mengungkapkan bahwa Sekda Takalar tidak pernah hadir menemui massa aksi untuk memberikan konfirmasi tentang kejelasan asrama.

“Sekda Takalar sudah dua hari menghilang dan tidak mengkonfirmasi kawan-kawan tentang kejelasan asrama empat dan pengadaan asrama, ini tentunya hal tidak wajar dan tidak seharusnya dilakukan Pemerintah Daerah sekaliber Sekda yang merupakan sentrum dalam pemerintahan,” tuturnya.

Yusril, Jendral Lapangan, menegaskan bahwa jika sekda tidak kunjung menemui massa aksi maka yakin saja aksi ini akan tetap berlanjut selama beberapa hari ke depan sampai Sekda Takalar memberikan apa yang telah menjadi hak dari para pelajar yang melanjutkan pendidikannya di Makassar.

“Sekda Takalar harusnya menemui massa aksi untuk berdialektika dan menyampaikan kejelasan sikap terkait pengadaan Asrama, bukan malah bersembunyi tanpa kabar,” pungkasnya.





Penulis: ReskiawanEditor: Andi Akbar

Tinggalkan Balasan