ENEWS BONE BOLANGO •• Persoalan tambang batu hitam di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tepatnya di Suwawa sepertinya masih akan menjadi momok dan pekerjaan rumah bagi kepala daerah baik itu pada tingkat kabupaten hingga provinsi.
Walau aktivitas pertambangan sempat ditutup pasca bencana longsor beberapa waktu lalu yang menelan korban jiwa, tak dapat ditampik sejumlah masyarakat penambang pun tetap kembali melakukan aktivitas walau harus main kucing-kucingan dengan aparat setempat.
Hal tersebut lantaran masyarakat penambang tak banyak memiliki alternatif penghasilan lainnya untuk menyambung hidup selain bergantung pada pertambangan batu hitam.
Sehingga berangkat dari realitas itu, salah seorang perwakilan masyarakat penambang yang enggan menyebutkan identitasnya menaruh harapan besar kepada bupati dan wakil bupati maupun gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik agar memperhatikan keberlangsungan hajat hidup mereka.
“Iya pak kasian kami, banyak sekali masyarakat penambang di sini yang sangat bergantung pada aktivitas pertambangan, anak-anak kami harus makan, harus melanjutkan pendidikan dan semua itu butuh biaya. Selama ini hal itu kami gantungkan pada aktivitas pertambangan,” ungkapnya kepada Enews Indonesia, Kamis (27/2/2025).
“Saya berharap nasib kami masyarakat penambang yang melakukan beragam pekerjaan, ada yang jadi tukang ojek atau taksi, yang turun ke lubang tambang, supir dan lain-lain itu bisa mendapat perhatian serius dari pemerintahan yang ada sekarang,” lanjutnya.
Polemik pertambangan di Provinsi Gorontalo memang akan menjadi salah satu PR besar bagi pemerintah.
Di samping masalah lingkungan, kesejahteraan pekerja hingga pemberantasan mafia tambang adalah segelumit masalah yang harus segera diselesaikan. (Redaksi Enews Indonesia)
