Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Divaksinasi Covid 19

ENEWSINDONESIA.COM – Vaksin Covid-19 Sinovac tahap II sebanyak 36.640 unit (dosis) telah tiba di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (8/1/2021).

Sebelumnya, jatah vaksin untuk Sulsel tahap I sebanyak 30.000 unit tiba lebih dulu dan disimpan di gudang pendingin milik Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.



Vaksinasi Covid-19 akan di mulai pada 14 januari 2021 di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Seluruh dunia sedang bekerja keras untuk mencari cara menghentikan pandemi ini, termasuk vaksinasi.

Perlu di ketahui, setiap pemberian vaksin apapun jenisnya, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan.

Menurut Dr. Dirga Sakti Rambe, M.sc, Sp.PD yang merupakan dokter penyakit dalam di RS Menteng Mitra Afia Jakarta bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah di vaksinasi di kutip dari akun Youtub Viva.co.id, Senin (11/1/2021).

“Yang penting kita sehat, artinya sehat secara umum, bukan berarti kalau kurang tidur, kurang olah raga nggak boleh vaksinasi. Tapi, memang ada pertanyaan-pertanyaan untuk screening (artinya dokter itu memastikan dulu sebelum memberikan vaksin), misalkan: apakah sehat hari ini? Apakah ada demam hari ini? Dan apakah ada riwayat alergi? Itu saja sebenarnya yang penting,” terangnya dalam video di akun youtube tersebut.

Kemudian beliau melanjutkan bahwa bila ada yang baru sembuh dari sakit, apakah boleh di vaksin?

“Secara umum bisa, bahkan batuk, pilek pun bukan halangan vaksinasi apapun. Vaksin ditunda bila ada demam lebih dari 38 drajat Celcius,” dia melanjutkan.

Paska vaksinasi biasanya orang akan demam, apa jawaban beliau?

“Demam karena vaksinasi itu sesuatu yang sangat wajar. Demam setelah vaksinasi itu tanda vaksinnya bekerja, itu adalah tanda bahwa sistem imunitas untuk membentuk kekebalan tadi,” jawabnya.

Jadi, hal-hal yang harus dilakukan sebelum dan sesudah vaksinasi adalah: siapkan obat penurun panas jika badan terasa panas setelah vaksinasi, pantau terus perubahan suhu tubuh, kontak layanan kesehatan jika tidak kunjung sembuh.(*)





Tinggalkan Balasan