ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Musim kemarau atau kekeringan air bagi petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan adalah sesuatu hal sangat tidak diinginkan.
Menurut BMKG El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut yang menimbulkan pertumbuhan awan dan mengurangi curah hujan.
Dari efek El nino inilah mengakibatkan musim kemarau termasuk di Kabupaten Bone yang merupakan salah satu sentra pertanian utama di Sulawesi Selatan.
“Setiap tahunnya kita akan menghadapi fenomena tersebut dan tentunya menjadi perhatian bagi kita semua bukan hanya pemerintah daerah,” kata salah satu tokoh pemuda Bone, Ahmad Zainuddin kepada Enewsindonesia.com, Kamis (10/8/2023).
Lebih lanjut, Tembong sapaan akrab Ahmad Zainuddin menjelaskan, untuk mengantisipasi dampak negatif dari musim kemarau, yang perlu diperhatikan pemerintah yakni harus memilah dulu wilayah mana saja di Kabupaten Bone yang rawan kekeringan.
“Yang kedua adalah mensubsidi petani dengan bibit unggul untuk mencegah petani gagal panen. Tentunya dengan wilayah yang telah kita pilah kekeringannya,” ujarnya.
Menurutnya, program irigasi pengairan bisa menjadi alternatif yang mengambil sumber air dari sungai sehingga mampu menjamin ketersediaan air di musim kemarau.
Di Kabupaten Bone, kata Tembong, bantuam irigasi pengairan yang menggunakan konsep perkumpulan petani pengguna air telah terealisasi sebanyak 250 an lokasi dengan bantuan aspirasi wakil ketua DPR RI Komisi V, H. Andi Iwan Aras.
“Alhamdulillah, hal itu melalui perpanjangan tangan saya selaku salah satu putra Bone yang juga Tenaga Ahli DPR-RI yang menggunakan anggaran dari pusat. Biarpun ada anggarannya di pusat, kalau tak ada yang menylurkan ke daerah kita, susah juga,” katanya.
Lebih jauh Tembong menyampaikan, kemudian alternatif yang kedua saat ini dalam proses pengusulan untuk mengantisipasi efek kemarau panjang di Kabupaten Bone adalah penyediaan bantuan bibit unggul. Hal ini demi mencegah petani gagal panen saat musim kemarau.
“Insyaallah, masih dalam proses pengusulan dan saya tetap perjuangkan di pusat agar dipersiapkan anggaran tersebut untuk petani di Bone. Ada pepatah dimana ada perjuangan di situ ada jalan,” pungkas Ahmad Zainuddin Tembong. (Am)






