H. Kalma Katta Bantah Tudingan Penggelapan Tanah di Majene

ENEWSINDONESIA.COM, Sulbar – H. Kalma Katta membantah tudingan kepada dirinya tentang penggelapan lahan sewaktu menjabat Bupati Majene.

Hal itu diungkapkan saat menggelar press release di kediamannya, Sabtu (19/2/2022).



H. Kalma Katta dituding oleh narasumber yang ditulis sebagai ahli waris dari Raja Balanipa Sanggaria ke 48 di salah satu media cetak.

Salah satu isi  dari berita tersebut adalah penggelapan lahan secara sepihak waktu menjabat sebagai Bupati Majene secara sepihak yang luasnya 35 hektar bernilai 175 miliar (500.00 X 3500 meter) di lingkungan Lutang, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi barat.

Lahan tersebut dipergunakan untuk pembangunan perumahan Pemda, 34,75 hektar, kemudian disebut terlibat atas pembangunan rumah susun diatas lahan 2500 meter berdampingan dengan perumahan Pemda terdahulu.

“Saya juga kaget, kenapa saya dituduh berbuat sejahat itu? Apalagi sampai dimasukkan ke dalam pemberitaan di salah satu koran  media cetak. Katanya saya di  laporkan ke KPK dan Mabes Polri karena menggelapkan lahan sekian hektar yang diklaim oleh ahli waris  Sanggaria Raja Balanipa ke 48 sebagai miliknya,” ujar H. Kalma Katta.

Dirinya berharap, yang menuding tersebut datang menemuinya untuk membicarakan masalah tersebut.

“Si penulis berita juga tidak datang mengkonfirmasi kebenarannya, apakah betul saya telah menggelapkan lahan orang? Kenapa langsung dimuat, sedangkan belum bertemu dengan saya? Sampai sekarang tidak pernah ada konfirmasi ke saya, bagaiamana saya tidak kaget, saya dituduh melakukan yang tidak pernah saya lakukan,” lanjutnya.

“Tetapi sekali lagi saya tegaskan, semua yang dituduhkan yang ada dalam isi berita itu saya bantah karena itu tidak benar,” Tegas Haji Kalma katta, didepan para awak media dengan nada sedih.

<span;>Kalma Katta menambahkan bahwa dirinya  akan membawa hal tersebut ke kantor BPN untuk mempertanyakan persoalan ini apakah benar yang diucapkan si ahli waris?

<span;>”Setelah itu, saya akan berunding dengan keluarga besar saya, apakah persoalan ini akan saya bawa ke jalur hukum, sebab ini sudah sangat mencoreng nama baik saya dan keluarga saya, dan saya harap di luar sana masyarakat tidak berasumsi negatif  dan lebih bijaksana  untuk menyimpulkan segala sesuatu yang belum jelas kebenarannya,” pungkas mantan Bupati Majene dua periode ini.

Reporter/Penulis: Arfan Renaldi





Tinggalkan Balasan