Geber Motor Picu Keributan Berujung Penikaman di Bone

Ketgam: Ilustrasi suasana pascakejadian penganiayaan di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sabtu (25/4/2026) malam. Korban mendapat perawatan medis, sementara sepeda motor milik pelaku dibakar massa. Polisi menyebut insiden dipicu kesalahpahaman terkait aksi geber motor yang berujung bentrokan. (ENews)

ENEWS, BONE ••》Kebiasaan menggeber motor dengan knalpot bising diduga menjadi pemicu awal kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam di Dusun Jompie, Desa Lili Riawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sabtu (25/4/2026) malam.

Dalam insiden tersebut, seorang pemuda bernama Andi Malfian (21), petani asal Dusun Gattungenge, mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri.



Kapolsek Bengo, Iptu Irah, mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari keresahan santri terhadap aksi seorang remaja, Zaki (17), yang kerap menggeber motor saat melintas di depan lingkungan pesantren.

“Awalnya ini hanya kesalahpahaman. Zaki sering menggeber motor di depan pesantren sehingga memicu teguran dari santri,” jelasnya, Minggu (26/4/2026).

Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perkelahian antara Zaki dan dua santri. Situasi semakin memanas saat Zaki kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya dan melakukan penyerangan.

Keributan berlanjut hingga melibatkan seorang ustaz yang mencoba melerai, namun justru berujung bentrok yang lebih besar.

Dalam situasi tersebut, pelaku akhirnya mengeluarkan senjata tajam dan melukai korban.

Usai kejadian, pelaku melarikan diri, sementara sepeda motor miliknya dibakar oleh massa di lokasi kejadian.

Polisi yang menerima laporan segera mengamankan situasi. Pelaku kemudian menyerahkan diri dan saat ini telah diamankan di Polres Bone untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Semua ini berawal dari hal sepele, yakni suara bising kendaraan. Namun karena emosi tidak terkontrol, berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan knalpot brong dan kebiasaan menggeber motor tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat memicu konflik sosial di lingkungan masyarakat.

“Kami mengimbau agar tidak menggunakan knalpot brong dan tidak menggeber motor sembarangan, karena bisa mengganggu ketertiban dan memicu perselisihan,” tegasnya.

Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam insiden tersebut. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan