ENEWS POLMAN •• Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Agus Pranoto angkat bicara menindaklanjuti kabar adanya pasien RSUD Andi Depu Polman yang meninggal dunia diduga dipulangkan (rawat jalan) pihak rumah sakit dalam keadaan sakit parah.
Agus Pranoto mengatakan, pihaknya belum menerima informasi resmi dari pihak rumah sakit terkait pemulangan pasien.
Agus menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Direktur RS Hajjah Andi Depu, namun sejumlah panggilan telepon tidak terjawab.
“Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari RSUD, saya sudah telepon ke sana, namun belum ada jawaban,” jelas Agus Pranoto saat dikonfirmasi ENews Indonesia, Kamis (24/4/2025).
Agus menegaskan, jika pihak RSUD Andi Depu terbukti melakukan pelanggaran prosedur, pihaknya akan meminta Bupati Polman untuk mengevaluasi direktur RSUD dan seluruh pejabat rumah sakit.
“Jika ditemukan kesalahan dari rumah sakit, kami akan meminta Bupati Polman untuk menindaktegas pihak RSUD Hj. Andi Depu,” tegas politisi Golkar itu.
Sebelumnya diberitakan, seorang pasien yang mengidap penyakit Hepatitis bernama Mina (40), warga Desa Batangguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, meninggal dunia setelah disarankan pulang oleh pihak RSUD Andi Depu Polman pada Rabu,(23/4/2025) kemarin.
Keluarga pasien, Haris mengatakan, bahwa pasien dilaporkan masih dalam kondisi lemah bahkan alat medis masih terpasang di badan pasien.
Dikatakan, pihak keluarga mengaku kaget lantaran disarankan untuk rawat jalan padahal kondisinya masih lemah. pasien sebelumnya menjalani perawatan intensif selama dua minggu di RS Hajjah Andi Depu.
“Penyampaian dokter sudah bisa rawat jalan nanti hari Sabtu datang kontrol. Kami juga kaget disuruh rawat jalan oleh dokter padahal pasien kondisinya masih lemah dan alat medis masih terpasang di perut pasien,” ujar Haris kepada media.
#Hasbi Waluyo






