DLH Morotai: Pengunjuk Rasa Terlalu Dangkal dalam Kajian Ilmiah

ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aspirasi Rakyat Morotai pada Senin (01/08/2022) lalu disoroti oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fachruddin Banyo.

BACA: https://enewsindonesia.com/asm-gelar-unras-tuntut-pt-labrosco-penyebab-kerusakan-lingkungan-di-morotai/



Fachruddin menyebut bahwa aksi tersebut disinyalir ditunggangi oleh pihak – pihak tertentu dan sarat kepentingan.

“Dalam pandangan kami, mereka itu terlalu dangkal dalam kajian ilmiah soal pengelolaan lingkungan atas kebijakan pemerintah daerah dalam pengawasan SDA,” ujar Fachruddin dalam keterangan tertulisnya.

Fachruddin melanjutkan, seharusnya pihak pengunjuk rasa menyampaikan ke dinas tentang seberapa besar dampak ekologis, sosial ekonomi yang di lakukan oleh PT. Labroco.

“Dinas (DLH) tidak diam. DLH selalu monitor dan melakukan pemantauan lingkungan atas semua kegiatan pertambangan pasir di wilayah pesisir Morotai,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Lapangan Aspirasi Rakyat Morotai  Muhammad Nata menegaskan peryataan Sekretaris DLH tidak memiliki dasar dan bukti bahwa aksi tersebut sarat akan kepentingan.

“Apalagi beliau mengatakan bahwa aksi kami dangkal, justru kedangkalan juga di pertontonkan oleh beliau selaku pejabat publik, komentar beliau ini tidak berkaitan sama sekali dengan gerakan yang kami lakukan,” ujar Natan.

Natan mengaku bahwa aspirasi yang mereka sampaikan adalah aspirasi rakyat yang terdampak abrasi akibat dari eksploitasi pasir yang di lakukan oleh PT. Labrosco yang menggunakan alat berat.

“Ini sangat berdampak pada lingkungan sekitar pesisir, jika mau bukti silahkan Pemda atau  DLH turun langsung ke lokasi,” katanya, Rabu (3/8/2022).

Jurnalis: Ranto Daeng Badu





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan