Bone  

Bulog Sebar 350 Ton Beras ke 27 Kecamatan di Bone

Foto: Ilustrasi Beras bulog dalam gudang. (Istimewa)

ENEWSUNDONESIA.COM, BONE ▪︎ Hingga saat ini, harga beras di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih mengalami kenaikan. Hal itu juga dibenarkan Penjabat (Pj) Bupati Bone Andi Islamuddin saat melakukan pengecekan di beberapa pasar tradisional beberapa waktu lalu.

“Pemantauan harga sembako jelang bulan suci Ramadan hampir semua ada kenaikan, tetapi masih kenaikan normal tidak terlalu tinggi seperti cabe, tomat,” kata Pj Bupati Bone saat ditemui di Pasar Palakka Bone, Ahad (10/3/2024) lalu.



“Yang mengalami juga kenaikan beras, saya perintahkan kepada Bulog untuk menempatkan sejumlah titik-titik di pasar yang mengalami kenaikan,” sambungnya.

Guna mengantisipasi kenaikan harga beras secara signifikan, Perum Bulog Cabang Bone telah menyebar sebanyak 350 ton beras di 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bone.

“Di bulan Februari itu kami sebar 200 ton, bulan Maret 150 ton dan jika di total semua sebanyak 350 ton beras yang telah didistribusikan bulog dalam menekan laju inflasi,” ujar Asisten Manager Suplaicain dan Pelayanan Publik Bulog Bone, Andi Ishak, Ahad (17/3/2024).

Selain itu kata dia, untuk saat ini Bulog masih memiliki pasokan beras di gudang sekitar 4.500 ton.

“Beras masih aman sampai Idul Fitri. Bahkan masih aman sampai 6 bulan kedepan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, upaya lain yang dilakukan untuk menjaga harga yakni melakukan distribusi beras medium atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Beras SPHP dijual seharga Rp9.950 per kg. Kemudian pengecer menjualnya seharga Rp10.900 per Kg” ujarnya.

“Untuk beras SPHP bisa didapat di Pasar Palakka, Pasar Bajoe, Pasar Sentral lama, di perumahan-perumahan juga disebar dan Bone tidak mengirim berasnya keluar daerah,” tambahnya.