Beredar Kebijakan Baru Gubernur NTT di Medsos, Politisi PSI Angkat Bicara

Dok. Foto Laurensius Reng

ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Salah satu politisi PSI, Laurensius Reng menilai kebijakan publik harus mengacu kepada kebutuhan dan kondisi publik itu sendiri, bukan semata-mata sepihak dari pemimpin saja, apalagi kalau hanya untuk kepentingan popularitas semata.

“Hadeh… ada ada aja nih, masa murid-murid di NTT disuruh masuk sekolah jam 5 pagi? Ayam aja belum bangun,” ujar Laurensius Reng kepada media, Kamis, (02/03/2023).

banner 728x250

Dirinya mengaku kaget usai mengetahui kebijakan tersebut beredar di media sosial.

“Atas beredarnya kebijakan di media sosial bahwa Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat ini yang dalam kebijakan itu bahwa aturan terbaru yang memberlakukan siswa-siswi masuk sekolah jam 5 pagi itu yang mana berdasarkan diskusi dan kajian dengan instansi terkait saya menilai bahwa kebijakan ini adalah salah satu kebijakan yang tidak masuk akal, dasar kajian dikeluarkannya kebijakan ini entah dari mana yang jelas ini sangat-sangat menjadi kebijakan yang keliru besar menurut saya,” lanjut Politisi PSI ini.

Laurensius Reng, menyampaikan bahwa kebijakan yang sudah dibuat ini sudah dapat kecaman dari Perhimpunan Pendidikan & Guru (P2G) serta Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang mana telah di nilai bahwa kebijakan tersebut tidak ada korelasinya dengan capaian kualitas pendidikan di NTT.

“Sungguh tidak ada korelasinya kebijakan yang di buat, yang ada malah bikin siswa susah konsentrasi saat KBM,” tandasnya.

Ia melanjutkan agar setidaknya setiap kebijakan yang di buat agar dapat melalui pengkajian yang matang dan melibatkan orang-orang atau ahli yang berkompeten dalam hal apa jenis kebijakan yang akan di berlakukan itu.

“Minimal kebijakan apa yang akan diputuskan setidaknya koordinasi dan diskusikan, minta keterlibatan orang atau ahli yang membidangi sesuai dengan model kebijakan seperti apa yang akan di ketik agar di kemudian hari tidak mendapat cercahan dari publik,” pungkasnya. (*)

Laporan: Faidin





Editor: Andi Akbar

Tinggalkan Balasan