ENEWS  

Aliansi Pemuda Bersatu: Tragedi Makassar Harus Jadi Revolusi, Bukan Sekadar Duka

Foto: Menurut Sekretaris Jenderal Aliansi Pemuda Bersatu, Riyank Dicky Angreza. (Zhera)

ENEWS, BONE •• Aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor DPRD pada Makassar 29/08/2025
berujung duka mendalam. Gedung dewan terbakar, bentrokan tak terelakkan, dan yang lebih menyayat hati, banyak korban berjatuhan.

Tragedi ini bukan sekadar peristiwa kerusuhan, melainkan potret nyata bahwa ketidakpuasan rakyat telah mencapai titik klimaks.

banner 728x250

Menurut Sekretaris Jenderal Aliansi Pemuda Bersatu, Riyank Dicky Angreza, di balik kobaran api dan jatuhnya korban, ada pesan besar yang tidak boleh dibaikan.

“Kami turut berduka atas jatuhnya korban. Perjuangan ini seharusnya melahirkan revolusi perubahan, bukan sekadar meninggalkan jejak darah dan luka,” katanya Sabtu (30/8/2025).

Kata dia, tragedi ini harus jadi cermin bagi pemerintah dan seluruh elemen bangsa, bahwa suara rakyat bukan untuk diabaikan.

“Jangan sampai peristiwa ini hanya dikenang sebagai duka, tapi harus melahirkan kesadaran bersama untuk perubahan yang lebih adil dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Aliansi Pemuda Bersatu menegaskan, duka ini sepatutnya menjadi momentum refleksi nasional.

“Api yang membakar gedung DPRD tak boleh lagi dipadamkan hanya dengan air dan waktu, tetapi dengan keberanian politik, keadilan sosial, serta kesungguhan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” tandasnya.

Jurnalis: Reza Syarnia





Tinggalkan Balasan