ENEWS, MAJENE ••》Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene. Di tengah keterbatasan pasokan tersebut, warga mengeluhkan praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar di SPBU setempat yang dinilai menyebabkan stok cepat habis dan merugikan pengendara umum.
Sejumlah pengendara mengaku sering tidak kebagian BBM karena persediaan di SPBU habis dalam waktu singkat.
Mereka menduga kondisi tersebut dipicu oleh banyaknya pengisian BBM ke jeriken dengan volume besar.
Penanggung jawab SPBU Tammerodo Sendana, Basri, mengakui pihaknya sebenarnya berupaya membatasi pengisian BBM menggunakan jeriken.
Namun, menurutnya, aturan tersebut tidak selalu berjalan maksimal, terutama saat dirinya tidak berada di lokasi.
“Terkadang kalau saya standby di sini masih bisa saya batasi. Namun kalau saya tidak ada di tempat, pengisian jeriken tetap dipaksakan karena ada pengguna yang marah-marah saat tidak dilayani,” ujar Basri kepada Enewsindonesia.com, Senin (8/6/2026).
Keluhan juga disampaikan Sadin, seorang sopir mobil Hartop yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan operasional kendaraannya.
Ia menilai terdapat perlakuan yang tidak konsisten dalam pelayanan pengisian BBM menggunakan jeriken.
Menurut Sadin, saat dirinya hendak mengisi BBM menggunakan jeriken untuk kebutuhan kendaraan, petugas hanya memperbolehkan pembelian senilai Rp100 ribu. Sementara pengguna jeriken lainnya disebut dapat membeli dalam jumlah jauh lebih besar.
“Kami hanya membutuhkan BBM untuk kendaraan, bukan untuk dijual kembali. Tapi kenapa ada pengguna jeriken lain yang justru bisa mengisi dalam jumlah banyak tanpa dibatasi?” Kata Sadin.
Ia meminta pengelola SPBU lebih tegas dalam menerapkan aturan agar tidak terjadi perlakuan berbeda terhadap konsumen.
Menurutnya, pengawasan yang lemah dapat berdampak langsung pada masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
“Kalau begini kasihan pengendara lain yang tidak kebagian BBM. Apalagi yang mau melakukan perjalanan jauh. Penanggung jawab harus lebih tegas kepada pegawainya agar aturan berlaku sama untuk semua,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan dan keluhan terkait ketersediaan BBM masih menjadi perhatian warga di Kecamatan Tammerodo Sendana.
Masyarakat berharap pihak SPBU maupun instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM agar pasokan tersedia secara merata bagi seluruh pengguna. (M. Kamil)






