ENEWS, POLMAN ••》Warga Dusun Tabassala, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar menyoroti proyek pembangunan drainase senilai Rp134 juta dan rabat beton Rp67 juta yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Hingga awal 2026, proyek tersebut belum juga rampung. Proyek drainase diketahui mulai dikerjakan sejak Agustus 2025, namun pengerjaannya terhenti.
Sementara itu, proyek rabat beton belum dikerjakan sama sekali. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat karena hingga kini tidak ada kejelasan kelanjutan pekerjaan.
Selain mangkraknya proyek, warga juga mengungkap dugaan bahwa upah para pekerja belum dibayarkan, meskipun anggaran proyek disebut-sebut telah dicairkan sepenuhnya.
Seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan hal tersebut.
“Pekerjaan sudah lama berhenti, tapi informasinya dana proyek sudah cair. Kenapa upah pekerja belum dibayar dan proyek tidak dilanjutkan?” Tanyanya, Sabtu (7/2/2026).
Warga menilai proyek tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan infrastruktur lingkungan, terutama untuk mencegah genangan air dan kerusakan jalan di wilayah dusun.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tenggelang, Basri Renjer, mengaku heran dengan terhentinya proyek tersebut.
“Proyek ini sudah dikerjakan sejak 2025, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan. Saya juga mempertanyakan kenapa bisa terhenti,” kata Basri.
Ia menegaskan pemerintah desa perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait kondisi proyek tersebut.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal kelanjutan pembangunan drainase maupun rabat beton.
Basri meminta awak media mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa dan Bendahara Desa Tenggelang agar persoalan proyek tersebut dapat dijelaskan secara transparan.
“Lebih baik ditanyakan langsung ke Kepala Desa atau Bendahara Desa supaya jelas duduk persoalannya,” tutupnya.
(Red)






