Bone  

Bandara Arung Palakka Akan Beropersi Kembali April Mendatang

Foto: Banda Udara Arung Palakka di Kabupaten Bone. (Dok. Ist)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Pemerintah Daerah (Pemda) Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan operasional Bandara Arung Palakka pada bulan April 2024 mendatang.

Diketahui, operasional bandara Arung Palakka Bone sementara ini harus terhenti setelah satu-satunya maskapai penerbangan di Bone yang melayani 3 rute, Bone, Makassar, Kendari, dan Balikpapan yaitu Susi Air, harus berhenti akibat masa kontrak setahun yang berakhir pada Desember 2023.

banner 728x250

Pemda pun mengambil langkah untuk mencari pesawat angkutan yang lebih besar untuk melayani penumpang, dimana targetnya jatuh pada pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibangun perusahaan pesawat Prancis-Italia yakni, ATR-72

Untuk merealisasikan hal itu, Pemda pun mengajukan proposal dana Belanja Subsidi Kepada Badan Usaha Swasta ke Keuangan Provinsi yang ditujukan langsung ke Pj Gubernur dengan nilai Rp11 miliar di awal tahun ini.

Staf Bagian Program dan Keuangan Dishub Andi Faisal Fajrin mengatakan, setelah anggaran ini dikucurkan, rencana ini akan dimasukkan para anggaran parsial dan segera dilelang oleh Pemda dalam hal ini Dishub Bone.

“Jadi ini kita lelang. Kita upayakan ini masuk di Pokok, karena terlalu lama juga kalau perubahan pi. Lama sekali ini vakum bandara, jadi kami usulkan kemarin ini di Pokok pi (parsial),” jelasnya, Rabu (14/2/2024).

Meski demikian, kemungkinan ada skema lain yang bisa ditempuh. Mengacu pada 2022 lalu lelangnya diambil alih oleh Biro Kesra di Pemprov Sulsel.

“Yang jelas untuk tahun ini kita usulkan ini kembali ke Bone. Anggarannya masuk ke Bone di DPA-nya kita. Dishub yang penyelenggara tendernya,” ujarnya

Lebih lanjut, Faisal mengatakan berdasarkan proposal yang diajukan tersebut, target lelang kata dia akan digelar pada bulan 3 dan pemenang lekang sudah bisa didapatkan pada bulan empat sekaligus operasionalnya.

“Jadi sesuai proposal itu bulan empat sudah beroperasi pesawatnya. Sudah ada pemenangnya,” katanya.

Ditanya soal adanya minat dari beberapa maskapai, Faisal mengaku hingga saat ini belum ada yang berkunjung ke Pemda Bone ataupun sekadar informasi dari para maskapai.

Hanya saja jika melihat spesifikasi pesawat ATR-72 ini setidaknya ada lima maskapai yang diketahui mengoperasikannya. Di antaranya Lion Air, City Link, Garuda, Aviastar dan SAN-AIR.

“Kalau Susi Air kayaknya tidak ada ATR-72-nya. Jadi yang lima ini kemungkinan, karena daerah itu dia pantau, daerah-daerah,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Bone Andi Ikbal sebelumnya menyanpaikan peningkatan pesawat ini menyusul adanya peningkatan landasan pacu di Bone dimana sebelumnya mencapai 1050 meter kini naik jadi 1400 meter, sehingga jenis kapal yang beroperasi bisa lebih besar.

Sedangkan untuk pelayanan penerbangan dari maskapai ini kata Ikbal akan melayani Bone-Makassar, Bone-Kendari dan Bone-Balikpapan dengan frekuensi perminggu sebanyak 2 kali setiap penerbangan.

Untuk subsidi pelayanan penerbangannya dengan rute dan frekuensi selama 32 minggu alias selama delapan bulan.

“Jadi perkirakan segitu untuk dana setiap penerbangan pesawat ATR-72 di Bandara Arung Palakka selama 8 bulan,” ujarnya, Selasa (9/1/2024) lalu.

Ikbal mengatakan, subsidi ini telah dihitung berdasarkan rute dan tarif penumpang pesawat kategori kelas ekonomi.

“Ini semua sudah sesuai dengan aturan Ditjen perhubungan udara serta yang diasumsikan menggunakan pesawat ATR-72 dengan skema block seat,” terangnya. (*)