ENEWSINDONESIA.COM, SOPPENG – Tawon Vespa atau Tawon kendi adalah spesies serangga daripada genus Vespa. Spesies ini telah dihuraikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1764. Dalam bahasa Jawa, tawon ini disebut sebagai tawon ndas karena sarang tawon ini terbuat dari tanah atau lumpur yang berbentuk seperti kepala.
Manusia pada kenyataannya memang bisa meninggal karena sengatan tawon. Dikutip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peneliti Pusat Riset Biologi BRIN Sih Kahono menjelaskan, kekuatan racun tawon vespa lebih kuat dari lebah.
Seperti baru – baru ini yang terjadi di Soppeng. Kerap menyerang pemilik rumah, Sarang tawon vespa di tembok rumah warga di Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri, Soppeng, Sulawesi Selatan berhasil di Evakuasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Soppeng.
“Evakuasi kami lakukan Kamis malam kemarin, ini berdasarkan adanya laporan pemilik rumah yang mengaku kerap disengat tawon yang mana sarangnya itu berada di dinding tepat bawah atap rumahnya. Kalau jenis tawonnya ini tidak menghasilkan madu, kerap disebut tawon vespa,” Terang Rudinan, Petugas TRC Damkar Kabupaten Soppeng, saat dikonfirmasi, Jumat (27/5/22).
Pemilik rumah atas nama Hana (60) melaporkan adanya serangan tawon yang dianggap berbahaya karena telah menyengat tangannya.
“Berdasarkan laporan, pemilik rumah sempat beberapa kali disengat saat berada di sekitaran rumah. Ada luka tapi tidak terlalu parah karena tawonnya tidak datang bergerombol,” kata Rudinan kemudian.
Selanjutnya, dia pun menjelaskan pemilihan waktu yang harus dilakukan pada malam hari dalam proses evakuasi sarang tawon tersebut.
“Ini untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan. Pada malam hari, jarak pandang tawon ini terbatas, beda kalau siang hari lebih agresif,” jelas Rudinan.
Rudinan pun mengungkap adanya beberapa kendala saat proses evakuasi. Butuh waktu sekitar 30 menit sehingga saran tawon tersebut berhasil di eksekusi.
Selain itu, Kondisi cuaca yang buruk disertai posisi saran tawon yang berada di dekat dengan kabel listrik bertekanan tinggi mengharuskan tim untuk memutus arus listrik yang terhubung.
“Sempat menemukan kendala saat proses evakuasi. Karena sarangnya berada dengan kabel listrik juga terjadi hujan gerimis di lokasi. Jadi solusinya, kami harus berkoordinasi dengan pihak PLN setempat untuk memutus arus listrik yang terhubung ke rumah tersebut dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Aparat desa setempat turut mengapresiasi kinerja kolabari tim di lapangan dalam penanganan masalah yang ada di desanya tersebut.
“Kami sangat berterimakasih dan mengakpresiasi kinerja tim pemadam ini atas respon cepatnya. Memang tawon ini sudah betul-betul meresahkan warga setelah ada yang diserang. Kami berharap kerjasama warga untuk melaporkan jika ada yang seperti ini,” terang Tahir, Kepala desa Tottong.






