ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Tim SAR gabungan Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara memperluas pencarian hari kedua terhadap dua nelayan yang hilang saat melaut.
Sebelumnya diberitakan, Buhari Mandea dan Abdul Mandea pergi melaut memakai perahu Fishing Boat Type 2,5 GT, pada Kamis, (21/7/2022) sore dan diterjang ombak besar dan kabut lalu dinyatakan hilang.
Baca: https://enewsindonesia.com/breaking-news-dua-nelayan-asal-morotai-utara-diduga-hilang-saat-melaut/
Sejak saat itu, warga dan SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian, namun hingga saat ini belum ditemukan.
SAR memperluas pencarian dengan menyusuri pantai dan mencari ke tengah lautan menggunakan perahu Fishing boat warga Kecamatan Morotai Utara.
Kepala Kantor SAR Marjun Doa, mengatakan tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan Morotai Utara hingga di perairan Morotai Jaya, dan ke tengah lautan kawasan Desa Sopi, Kecamatan Morotai Jaya.
“Sore hingga malam ini kami terus berkoordinasi kepada keluarga korban, dan malam ini warga setempat menyiapkan perlengkapan, diantaranya: perahu Fishing Boat sejumlah 10 perahu, minyak bensin tiga puluh galon, dan nanti di pukul 05.05 Wit (setelah subuh) tim yang terlibat dalam pencarian antara lain tim SAR, Lanal Morotai, Pol Air Morotai, Ketua DPC Morotai, dan warga setempat,” kata Marjun, Sabtu (23/7/2022).
Marjun menyampaikan operasi pencarian dilakukan sesuai rencana dengan membagi enam tim, yaitu tim mencari dengan menyusuri bibir pantai sekitar 25 mil, jarak antara perahu sekitar 5 mil dan jarak pencarian yang akan ditempuh hingga 100 mil.
Dalam pantauan Enewsindonesia.com sejumlah warga setempat, Lanal Morotai, tim SAR, dan Ketua HNSI intens berkomunikasi.
Dari laporan warga yang diterima tim SAR, bahwa lokasi warga yang hilang tersebut sekitar 5 mil dari bibir pantai. Sehingga, tim SAR membawa persiapan alat pencarian yakni Speed Rubber Boat dan 25 liter bahan bakar minyak (BBM) dengan penjelasan tersebut warga setempat merasa puas.
Selain itu, setiap armada laut masing-masing ada personil dan juga menggunakan Handy Talky (HT).
Sementara itu, Ketua HNSI Morotai, Fachruddin Banyo, mengatakan kepada warga bahwa dengan adanya perubahan cuaca ini beberapa perahu yang keluar harus selalu berikhtiar.
“Niat kita satu dan semua harus bekerja sama sehingga pulang juga dengan selamat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, terkait kekuranga BBM, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Morotai.
“Mereka akan menyiapkan kekurangan BBM sebanyak 1,5 ton liter,” katanya.
Jurnalis: Ranto Daeng Badu






