ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Modus penipuan dengan mengatasnamakan kepala sekolah terjadi di MTS At Taqwa Abbanuang, Desa Abbanuang, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Modus operandinya, penelepon mengabarkan kepada orang tua siswa bahwa anaknya mendapat beasiswa dari pemerintah pusat.
“Kejadiannya kemarin, Rabu (10/1). Awalnya, seorang perempuan menelpon mengatasnamakan salah seorang guru sekolah MTS bahwa anak saya mendapat beasiswa dari pusat. Tapi saya mulai curiga karena saya tahu suara guru yang dia maksud dan tak seperti itu suaranya. Tapi saat itu saya di kebun, saya tak terlalu menghiraukan,” ungkap Nuri, salah seorang orang tua siswa yang mendapatkan telpon penipuan tersebut kepada Enewsindonesia.com, Kamis (11/1/2024).
Lebih lanjut Nuri menceritakan, cara penelpon (penipu) tersebut meyakinkan dirinya bahwa dia legal dengan menyebut semua biodata anaknya, nama orang tua, hingga pekerjaan orang tua.
“Di situ saya heran, kok bisa dia tahu semua itu, mulai nama asli anak saya, nama saya, nama suami saya, pekerjaan suami saya,” kata Nuri menjelaskan.
Setelah diyakinkan, kata Nuri, penelpon mengarahkan dirinya untuk menelpon Kepala Sekolah MTS At Taqwa, Asriadi.
“Penelpon wanita itu mengarahkan saya menelpon Kepsek dengan mengirim nomor di pesan singkat Whatsapp. Tapi saya juga bertanya-tanya, sepengetahuan saya, nomor kepsek bukan itu,” ujar Nuri.
Tak lama kemudian lanjut Nuri, seorang pria dari balik telpon mengaku sebagai Kepsek MTS At Taqwa dan mengarahkan dirinya memberi nomor rekening dan persyaratan lainnya.
“Saat itu saya langsung telpon kerabat terkait hal itu. Kerabat pun mengingatkan untuk tidak menuruti dan menyampaikan bahwa itu penipuan. Saya dijelaskan oleh kerabat, biasanya kalau beasiswa ada rekening tersendiri,” ucap Nuri.
Ditambahkannya, modus penipuan itu berhasil memakan korban. Dana di rekening salah seorang orang tua siswa berhasil dikuras sejumlah Rp 21 juta.
“Korban itu sempat kabari saya mau pergi mengambil beasiswa. Dia sudah serahkan nomor rekening. Tapi ternyata, malah uang di rekeningnya yang raib, diduga diambil oleh penipu itu,” beber Nuri.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah MTS At Taqwa, Asriadi mengaku telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
“Iya, saya sudah laporkan kejadian ini di Polres Bone pagi tadi, Kamis (11/1). Betul penipu itu mengatasnamakan nama saya selaku kepsek untuk menipu neberapa orang tua siswa,” singkat Asriadi melalui sambungan telpon seluler kepada Enewsindonesia.com. (Abdul Muhaimin)






