Universitas Bosowa Makassar Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi di Tanjung Merdeka

Foto: Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat Dr. Ali Anas (topi hitam), Prof. Batara Surya (kaos biru) dan tim, saat melakukan kunjungan dan pendampingan ke Kelompok Pemberdayaan Masyarakat di Tanjung Merdeka. (Dok. ENews)

ENews, Pendidikan •• Universitas Bosowa Makassar melakukan Pengabdian Masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (17 September 2025).

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan pihak Pemerintah Kota Makassar sebagai mitra dalam pemberdayaan masyarakat ini.

banner 728x250

Pengabdian Masyarakat ini diketuai oleh Dr. Ali Anas dari Prodi Ilmu Administrasi Publik dan beranggotakan tim lain dari Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Prof. Batara Surya, Prof. Syafri serta Dr. Sobirin dari lintas universitas, juga melibatkan mahasiswa.

Dr. Ali Anas memaparkan bahwa dalam kegiatan pemberdayaan ini ada beberapa hal dilakukan yakni melalui pelatihan dan desain bagi masyarakat setempat.

“Pada awalnya kegiatan ini hanya merekrut dua orang, namun setelah dilakukan pembinaan dimulai dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan juga pengembangan, saat ini kelompok usaha eknomi kreatif telah mencapai lima orang dan dibentuk kelompok dengan nama ‘Karyaku’”, ujarnya.

Ia menjelaskan, keberagaman tim pengabdi menjadi salah satu keharusan dikarenakan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh masyarakat seperti minimnya pemodalan seperti koperasi dan kredit mikro, lemahnya branding dengan melalui pelatihan digital, dan SDM yang masih sangat terbatas.

“Sehingga perlu dilakukan pelibatan pemuda dan mendorong keberlanjutan dengan BUMDes dan menata kelembagaan secara lokal,” terangnya.

Menurut Dr. Ali Anas, akumulasi dari hasil identifikasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat ternyata masih ditemukan adanya motivasi rendah karena minimnya pendapatan.

Selain itu, dukungan kelembagaan masih sangat terbatas, serta kesenjangan pengetahuan masyarakat itu sendiri dan juga potensi pendapatan yang belum dilirik dengan baik.

“Setelah dilakukan pendampingan melalui Pengabdian Masyarakat telah mengalami peningkatan pendapatan yang awalnya omzetnya hanya berkisar Rp500 ribu, saat ini telah mengalami peningkatan hingga mencapai Rp4-5 juta dalam sebulan,” ungkapnya.

Artinya tambah Dr. Ali Anas, telah terjadi peningkatan kreativitas usaha dengan melalui strategi integrasi budaya dan sumberdaya secara lokal, partisipasi masyarakat juga telah meningkat, dampak ekonomi dan sosial kemasyarakat juga mengalami perubahan.

“Serta dukungan kelembagaan melalui pendampingan pengelolaan kebijakan dan kerjasama dengan pemerintah setempat, serta adanya strategi untuk merawat keberlangsungan usaha ekonomi kreatif,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan