ENEWSINDONESIA.COM, Berau – Sekelompok mahasiswa menggelar aksi kemanusiaan berbentuk penggalangan dana untuk korban banjir di Sangata. Kegiatan tersebut digelar di bundaran Jalan Pemuda, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan timur, Jum’at (25/3/2022).
Kegiatan tersebut dihentikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau saat menggelar patroli. Menurut pihak Satpol PP, kegitan tersebut digelar tanpa koordinasi ke pihak Dinas Sosial.
Kasatpol PP, Anang Saprani membantah bila kegiatan mahasiswa tersebut dibubarkan.
“Kami klarifikasi, itu adalah bagian dari penertiban dan ketentraman untuk masyarakat yang mana, hal itu adalah bagian tupoksi SATPOL PP,” terang Anang, Sabtu (Jum’at, 26/6/2022).
Anang menambahkan, kegiatan yang dilakukan oleh Satpol PP saat itu adalah kegiatan patroli yang dilakukan secara berkala. Kegiatan pengawasan dan ketertiban itu selalu dilakukan rutin.
Lanjut Anang, terkait patroli kemarin, anggota Satpol PP menemukan kegiatan penggalangan dana di bundaran Jalan Pemuda, Tanjung Redeb.
“Setelah dikonfirmasi, kegiatan tersebut itu tidak ada kordinasi. Terkait kegiatan – kegiatan sosial seperti itu setidaknya pihak Dinas Sosial harus tahu juga, bahwa akan ada kegiatan kemanusiaan seperti itu,” sambung Anang.
Anang mengungkapkan bahwa pihak dari Satpol PP juga sama sekali tidak mengetahui ada kegiatan itu sendainya pihaknya tidak patroli.
“hanya tidak kordinasi saja,” ujarnya.
Anang menegaskan bahwa dalam kegiatan kemanusiaan pada dasarnya pihaknya sama sekali tidak melarang.
“Kami tidak membubarkan, apa lagi kegiatan itu menyangkut saudara – saudara kita yang terkena musibah di Sangata ataupun di daerah – daerah lain. Pada prinsipnya, kami mendukung. Hanya tidak kordinasi saja, bahkan kalau ada kordinasi, kami mungkin lebih intens untuk mengawal, baik dari keamanannya dan ketertibannya,” tegasnya.
Anang kembali meluruskan bahwa kejadian kemarin itu bukan bermaksud dibubarkan oleh pihaknya.
“Tapi alangkah baiknya dikordinasikan, agar bisa diketahui waktunya itu sampai kapan penggalangan dana tersebut? Dan dari organisasi mana?” Pungkas Anang Saprani.






