ENEWS, BONE – Seorang pria bernama Lungga warga Desa Mattirowalie, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan membuat resah warga sekitar lantaran sering mengamuk dengan menggunakan sebilah parang.
Bahkan, dikabarkan terdapat satu keluarga yang memilih meninggalkan rumahnya dan mengungsi sementara di rumah keluarganya menghindari teror Lungga.
Firman selaku korban keberingasan Lungga saat dikonfirmasi mengaku sempat hendak diserang oleh pelaku menggunakan parang yang telah dihunuskan.
Berita lainnya: https://enewsindonesia.com/kabar-terkini-kasus-kanjopang-di-bone-dituntut-1-tahun-2-bulan-penjara/
Permasalahan tersebut bermula saat Lungga tiba-tiba mendatangi rumah anak Firman kemudian merusak tempat jemuran pakaian.
Sehari setelah kejadian, Firman mendatangi pelaku dengan niat ingin menanyakan secara baik-baik alasan Lungga merusak jemuran tersebut.
Bukannya mendapat jawaban, Firman malah diserang menggunakan parang. Merasa keselamatan terancam, korban memilih meninggalkan lokasi kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Mare dengan nomor: LP/B/22/VII/2023/SPKT/Sek Mare.
“Pelaku sampai saat ini masih berkeliaran. Kami khawatir, karena sudah ada beberapa orang diserang dan diancam pelaku,” ungkap Firman, Kamis (13/7/2023).
Firman menyebut, tak ada warga berani berhadapan dengan Lungga meski sudah berusia hampir 70 tahun.
“Kami juga sempat mengadukan ke pak desa. Tapi pihak pemerintah desa juga tidak berani bertindak. Makanya dilaporkan ke polisi, namun sampai saat ini pelaku belum diamankan,” lanjutnya.
Baca juga: https://enewsindonesia.com/26-bus-trans-andalan-diluncurkan-pemprov-sulsel-bone-dapat-2/
Personel Polsek Mare yang dikonfirmasi awak media mengatakan saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Kapolsek Mare, Iptu Masjaya belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan, Enews Indonesia masih terus berusaha mengonfirmasi langsung ke Kapolsek Mare atas kejadian ini.






