ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Semenjak masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan intens menyoroti peredaran narkoba di Kabupaten Bone yang tak kunjung menurun bahkan semakin meningkat, pihak kepolisian mulai memperlihatkan taringnya.
Penangkapan demi penangkapan pelaku narkoba terus dilakukan oleh pihak kepolisian sesekali dibantu dan diinformasikan oleh masyarakat.
Seperti yang baru-baru ini diamankan di Keluarahan Bajoe dan juga di Kecamatan Bengo.
Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone mengapresiasi kinerja kepolisian dan berharap kinerja itu tidak masuk angin atau hanya lepas tanggung jawab saja.
“Beberapa yang diamankan kami pantau sebagaian besar pemakai dan pengedar biasa. Kami duga masih ada di atasnya yang bebas melenggang dan menjadikan yang lain tumbal,” jelas Andi Singkeru Rukka, Ketua Forbes Anti Narkoba Bone ketika berbincang-bincang bersama Enewsindonesia.com, Sabtu (24/2/2024).
Lebih lanjut A. Singke menegaskan, pihak berwenang mesti tahu dari mana asal barang yang digunakan para pemakai dan pengedar narkoba ini.
“Apalagi kami dengar kabar ada oknum penegak hukum yang diduga ikut serta dalam peredaran gelap narkoba ini, bahkan diduga menjadi penyedia. Entah barangnya dari mana, atau dari barang bukti?” Kata Andi Singke mempertanyakan.
Andi Singke berharap, semua stakeholder di Kabupaten Bone berperan serta dalam pemberantasan narkoba ini demi kebaikan generasi Wija To Bone.
“Jangan ada pembiaran bahkan ikut berpartisipasi merusak generasi. Raja kita terdahulu bahkan membunuh saudaranya karena madat atau menggunakan opium atau sekarang narkoba. Saudara-saudaraku yang masih ada di dunia itu mari sadar diri, tak ada manusia sempurna, mari bertobat,” pungkasnya.






