ENEWS BONE •• Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone akan kembali mengajukan permohononan perluasan landasan pacu bandara Arung Palakka di tahun 2025 ini.
Seyogianya, perluasan ini sudah diajukan Kabupaten Bone 2024 lalu, hanya saja batal lantaran bantuan keuangan provinsi sebesar Rp7,5 miliar batal kucur.
Perluasan ini sebelumnya akan meningkatkan kapasitas landasan pacu bandara dari 1400 meter menjadi 2600 meter untuk memberikan ruang pesawat dengan muatan lebih besar untuk masuk.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin membenarkan pengajuan kembali proposal tengah dilakukan Kabupaten.
“Insyaallah kita mau bebaskan, tapi kita berharap dana pembebasannya dari provinsi, bantuan keuangan tahun lalu sudah dianggarkan Rp7,5 miliar untuk pembebasan lahan ternyata tidak mengucur dananya provinsi,” kata Andi Akmal di hadapan awak media di Rujab Bupati Bone, Kamis (10/4/2025) lalu.
Andi Akmal mengatakan, kebutuhan lahan yang diajukan di 2025 untuk perluasan ini mencapai 15 hektare, untuk proyeksi kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
Untuk prosedurnya sendiri nantinya akan ada tim yang akan meninjau lokasi, untuk kemudian menentukan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan.
“Lahannya ada di Timur sama Barat kami sudah rapatkan, kalau dengan warga kita komunikasi, kan sekarang ada namanya kalau (pembangunan demi) kepentingan umum kan kita bisa bawa ke pengadilan (jika bersengketa),” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam lawatannya ke Bone telah meminta agar bandara ini bisa dimasuki jenis pesawat Boeing atau pesawat dengan kapasitas yang lebih besar.
Saat ini kapasitas pesawat yang bisa masuk terbatas hingga maksimal jenis ATR-72.
“Kita sudah minta yang pertama bandara ini harus bisa dimasuki Boeing,” ujar Andi Sudirman.
Dia menargetkan Bone bisa menjadi pusat pendidikan dan perdagangan di kawasan Timur Sulsel melalui peningkatan transportasi ini. Harapannya Bone juga bisa menjadi tujuan dan penghubung dengan kota-kota besar seperti Makassar. (Red)






