Pelabuhan Bajoe Tambah 2 Armada Kapal, Antisipasi Lonjakan Penumpang

Foto: Suasana penyeberangan di Pelabuhan Bajoe. (File Enews)

ENEWS BONE ▪︎ Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama PT ASDP akan menambah jumlah armada kapal di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone. Mengingat saat ini dilaporkan adanya peningkatan jumlah pemudik untuk arus balik dari Pelabuhan Kolaka ke Pelabuhan Bajoe hingga 5 persen.

“Dari normalnya 6 kapal (3 trip masing-masing pelabuhan) menjadi 8 kapal (4 trip),” ujar Pengawas Satuan Pelaksana (Satpel) Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, BPTD Kelas II Sulsel Ashri Hambali, Jumat 5 April 2024.

Lebih lanjut Ashri mengatakan adanya kenaikan di tahun ini hingga 5 persen lantaran libur lebaran lebih panjang dari biasanya.

Saat ini kapal tambahan masih dalam posisi standby di masing-masing pelabuhan, yakni pelabuhan Bajoe dan Pelabuhan Kolaka Sulawesi Tenggara lantaran belum ada lonjakan signifikan angka penumpang.

“Kalau ada penambahan itu (angka penumpang) kita kasi cukup 4 trip,” ujarnya.

Sementara untuk jam operasional kedua pelabuhan untuk trip pertama kata dia dilakukan pada jam 10.00 kedua jam 13.00 dan ketiga jam 16.00, jika ada penambahan hingga empat trip kemungkinan akan masuk di antara jam-jam ini.

Sedangkan untuk penambahan kapasitas dari ferry ini mencapai 300-san penumpang per kapalnya. Selain itu mengantisipasi lonjakan penumpang ini, PT ASDP dan BPTD Kelas II juga akan membuka layanan posko terpadu yang melibatkan kesehatan pelabuhan, balai karantina, unsur Basarnas hingga BMKG.

“Rencana poskonya itu dimulai tanggal tiga dan tanggal empat, fasilitas ada tim layanan kesehatan, dan pusat informasi dan layanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bone, Andi Muh Ikbal mengatakan, timnya juga akan disiagakan di Pelabuhan Bajoe, mengantisipasi lonjakan pemudik yang masuk ke Bone.

“Jadi untuk pelabuhan Bajoe itu dikoordinir bersama degnan ASDP syahbandar,” ujar Ikbal.

Sementara itu, untuk puncak arus mudik sendiri telah diprediksi akan terjadi pada 5-6 April dari pelabuhan Kolaka, sedangkan arus balik pada 17-18 April dari pelabuhan Bajoe.