ENEWS, POLMAN ••》Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wai Tipalayo Kabupaten Polewali Mandar (Polman) resmi menjalin kerja sama dengan Bank Sulselbar untuk mempercepat digitalisasi layanan air minum.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pembenahan layanan PDAM yang selama ini kerap dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti akurasi tagihan hingga keterlambatan pembayaran pelanggan.
Direktur Utama Perumda Wai Tipalayo, Muhammad Fadli, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Digitalisasi ini bukan sekadar inovasi, tetapi solusi atas persoalan yang selama ini terjadi. Kami ingin layanan PDAM di Polman lebih transparan, adil, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam sistem baru tersebut adalah penerapan meteran token. Sistem ini dinilai mampu mengurangi potensi kesalahan pencatatan sekaligus memberi kendali penuh kepada pelanggan dalam penggunaan air.
“Dengan meteran token, pelanggan membeli air sesuai kebutuhan. Tidak ada lagi denda keterlambatan dan tidak ada lagi kekhawatiran soal tagihan yang tidak sesuai,” jelas Fadli.
Melalui kerja sama dengan Bank Sulselbar, pelanggan juga dapat melakukan pembelian token air secara digital melalui berbagai kanal, seperti QRIS dan mobile banking.
“Pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, sehingga lebih praktis bagi masyarakat,” tambahnya.
Fadli juga menegaskan bahwa transformasi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, termasuk Bupati Samsul Mahmud yang mendorong modernisasi layanan publik.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem layanan PDAM yang lebih modern, transparan, dan akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Hasbi Waluyo)






