ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Siswa/siswi sekolah MIS Muhammadiyah Al – Fatah Nangahale dipulangkan tiba-tiba. Pasalnya, sekolah yang dalam kondisi rusak belum diperbaiki itu tiba-tiba diguyur hujan deras. Senin (6/2/2023) sekira pukul 10.50 Wita.
Diketahui, sekolah tersebut terletak di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam pantauan Enews Indonesia, beberapa ruang kelas yang rusak bagian atap beberapa waktu yang lalu menyebabkan air hujan masuk ke dalam ruangan. Siswa/siswi terpantau berlarian pulang dalam kondisi basah kuyup kehujanan.
Tidak hanya itu, para pengajar di sekolah tersebut khawatir balok yang sudah mulai rapuh akan menimpa siswa/siswi.
Kepada media enewsindonesia.com salah satu guru di sekolah itu, Alexia Helmilda, S.Pd menyampaikan bahwa ketika hujan seperti ini semua siswa/siswi akan dipulangkan.

Sejauh ini, kata Alexia sudah ada pihak dari pemerintah melakukan pemantauan dan pendataan ke sekolah ini namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
“Waktu itu pemerintah desa dan pemerintah kecamatan sempat datang ke sekolah melihat kondisi kerusakan ini, namun tidak tau apa hasil selanjutnya, kami belum tau, apakah hanya dilihat saja atau seperti apa,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan pula bahwa dari pihak PDM Sikka juga sempat ke sekolah ini bersama timnya.
“Tim GiSi waktu itu datang memberikan bantuan bantuan berupa namun belum ada pengerjaan sekolah ini, maksudnya untuk diperbaiki, tidak tahu kenapa, kemungkinan anggaran sewa tukang yang belum ada atau seperti apa,” katanya.

“Jadi menghadapi musim hujan angin begini lalu kondisi sekolahpun yang sudah tidak kondusif maka solusi sementara hanya itu tadi, memulangkan anak-anak sekalipun belum usai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),” sambungnya.
Masalah ini sudah disampaikan kepada semua pihak agar diperhatikan.
“Dari melakukan pemantauan, pendataan kerusakan sekolah ini artinya sudah ada upaya besar dari pemerintah, yayasan Muhammadiyah dan lainnya, namun kita hanya menunggu sejauh mana upaya itu dan apa realisasinya,” pungkasnya.
Jurnalis: Faidin






