ENEWSINDONESIA.COM – Anies Rasyid Baswedan dipatikan akan mengikuti kontestasi Pilpres tahun 2024 mendatang. Namun hingga saat ini, dirinya belum menunjuk siapa pasangannya sebagai Cawapres nantinya.
Diketahui, partai koalisi pendukunv memberikan hak penuh kepada Anies Baswedan untuk menentukan Cawapresnya.
Menurut sejumlah survei, jika Anies Baswedan berpasangan dengan Andi Amran Sulaiman (AAS) yang merupakan tokoh dari Indonesia Timur, maka akan jadi peluang besar untuk memenangkan Pilpres.
“Secara netral, Amran Sulaiman memenuhi syarat untuk jadi Cawapres, namun bukan hanya dengan Anies Baswedan,” ujar Pengamat Politik Sulsel, Dr. Nurmal Idrus, (17/4/2023).
Nurmal menuturkan, keunggulan AAS mempunyai peluang yakni, mulai dari sisi popularitas. AAS adalah mantan Menteri Pertanian dan sudah sangat populer se-Indonesia. Terutama di Indonesia Timur.
“Kemudian, basis suaranya juga sudah jelas se-Sulawesi di Indonesia Timur,” tuturnya.
Tak hanya itu, kata Mantan Ketua KPU Makassar itu, secara finansial juga sudah terbukti dan diketahui kalau AAS adalah pengusaha sukses.
Apalagi untuk PKS sendiri, Itu sangat strategis untuk mendorong AAS, karena PKS tidak ada kadernya yang bisa didorong ke Anies.
“Makanya sudah memenuhi syarat untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden. Jadi posisi jabatan Amran Sulaiman juga sangat strategis,” terang Nurmal.
Sebelumnya, Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BP) Sulawesi, Surya Darma terang-terangan ingin mengusung Andi Amran Sulaiman (AAS) sebagai Cawapres mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Surya menyatakan, sejak 2022 ia telah menjatuhkan dukungannya ke AAS sebagai representasi tokoh Indonesia Timur.
“Figur kawasan timur itu penting, karena Indonesia timur itu pemilihnya hampir 30 juta, sama dengan Jatim, kalau saya pribadi dari sejak satu tahun lalu saya sudah usungkan Andi Amran, tapi ini pribadi, dan saya usulkan nama itu karena saya juga di Majelis Syuro,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Surya bercermin pada Pilpres 2014, saat Joko Widodo berpasangan dengan Jusuf Kalla, mereka bisa mengantongi suara hampir 80 persen di kawasan Indonesia timur.
“Ketika nama tokoh indonesia timur muncul itu bukan yang melankolis, kalau ada tokoh Indonesia Timur bisa kita menang di atas 80 persen,” jelasnya.
Namun, kata dia, hal itu tentunya kembali diserahkan ke Majelis Syuro DPP PKS kepada badan pekerja, atau Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP).
“Itu unsurnya ketua majelis syuro, wakil majelid syuro, presdien PKS, Ketua majelis pertimbangan, dan ketua dewan syariat, itu ada 8 orang,” katanya.
Selain Amran Sulaiman, ada beberapa nama Cawapres yang berpotensi mendampingi Anies Baswedan, seperti Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Ahmad Heriawan.
“Sudah ada nama-nama yang muncul, diantaranya Khofifah, Andi Amran, Ahmad Heriawan, dan kita masih menanti nama-nama yang memang paling diterima masyarakat indonesia,” pungaksnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid juga menegaskan, jika nama Amran Sulaiman cukup mencuat untuk diusung sebagai Cawapres.
“Kita menginginkan ada perwakilan dari Indonesia Timur, saat ini kami melakukan survei terkait tokoh-tokoh yang ada di Indonesia Timur, siapa-siapa yang bisa diusung, salah satunya itu pak Amran,” pungkasnya. (*)






