ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Dalam rang Hari Jadi Bone (HJB) ke- 693, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi didampingi Wakil Bupati Bone Ambo Dalle dan Sekda Bone Andi Islamuddin membuka Pameran Informasi Pembangunan, Budaya dan Kuliner, Selasa (2/5/2023).
Baca:
Kegiatan pameran yang dilaksanakan 2 Mei sampai tanggal 7 Mei itu dipusatkan di Terminal Petta Ponggawae, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Bupati Bone menuturkan kegiatan expo ini merupakan agenda rutin disetiap peringatan HJB. Namun sempat terhenti karena adanya pandemi Covid 19.
“Terakhir kita gelar expo begini tahun 2017, sekarang baru dilanjutkan lagi, karena kita pernah rancang sebelumnya tetapi ada Covid, jadi tidak bisa dilaksanakan,” papar
“Alhamdulillah hari ini kita bisa laksanakan di mana terlihat dari antusias masyarakat sangat luar biasa menghadiri pembukaan ekspo ini, ini juga menjadi bukti bahwa apa yang dilakukan menjadi jawaban atas harapan masyarakat, terbukti masyarakat tumpah ruah menghadari kegiatan ini, mereka antusias melihat bagaimana perkembangan Kabupaten Bone dalam lima tahun ini,” paparnya.
Bupati Bone menyebutkan pameran informasi pembangunan, budaya, dan kuliner dapat menumbuhkan geliat aktivitas ekonomi di. Lantaran adanya dibuka ruang seluas-luasnya untuk pelaku UMKM Bone.
“Saya melihat disamping stand pameran, juga menarik terbukanya kesempatan masyarakat umum untuk melakukan giat ekonomi, inii tanda bahwa pameran ini membuat geliat ekonomi dan perkembangan masyarakat ekonomi semakin hari bertumbuh di Kabupaten Bone,” kata Bupati Bone.
Kritikan anggota DPRD Bone
Namun di sisi lain, kemeriahan tersebut tidak berbanding lurus dengan apa yang dirasakan masyarakat Bone.
Hal itu diungkapkan Fahri Rusli anggota DPRD Bone dari Fraksi Gerindra.
Baca juga:
Fahri menilai pameran yang digelar di Terminal Petta Ponggawae yang menggunakan serapan anggaran mencapai miliaran rupiah adalah pemborosan.
“Kita kan tahu kalau pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bone masih jauh tertinggal, seperti akses jalan yang terletak beberapa titik kota Watampone masih banyak yang mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya melalui sambungan telpon seluler, Rabu (3/4/2023)
Lanjut Fahri selain jalan rusak penanganan sampah juga masih sangat minim, belum lagi penataan kota yang sangat semrawut.
“Seremonial hari jadi Bone itu penting dimana masyarakat Bone menginginkan hajatan tersebut. Namun harus juga selaras dengan keinginan masyarakat yang sampai saat ini masih banyak warga yang mengeluhkan terkait pembangunan di Kabupaten Bone terutama jalan yang belum memuaskan,” kata Fahri Rusli.
Fahri juga menambahkan jika sebagian pejabat bone saat ini lebih mementingkan pelisiran atau jappa-jappa dan banyak melakukan kegiatan seremonial serta melakukan pembelian mobil dinas yang tidak banyak bermanfaat kepada masyarakat.
“Dana yang di pakai semua itu kan dari rakyat juga yang seharusnya kembali untuk rakyat,” tambahnya. (Red)






