ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Tak membuahkan hasil, Tim SAR Gabungan resmi menghentikan pencarian atas ayah dan anak yang terseret banjir bandang di sungai Wolowona, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (3/3/2023).
Diketahui, Markus Hence Dembo Nggoti (33) dan anaknya Agusto Raja Lio (9 terseret banjir bandang pada Jum’at (24/2/2023) lalu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel mengatakan bahwa proses pencarian sudah tidak efektif lagi setelah melakukan evaluasi Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban.
“Hari ini merupakan pencarian hari ke 07 dimana proses pencarian korban sudah tidak efektif lagi, atas hal itu setelah melaksanakan evaluasi Tim SAR Gabungan Bersama keluarga korban operasi SAR ayah dan anak yang terseret banjir bandang di Kali KM 6, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende resmi ditutup,” tuturnya.
Disampaikan bahwa Tim SAR Gabungan telah bekerja semaksimal mungkin dalam melaksanakan operasi sar ini, dimana Tim sudah berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang di duga korban tenggelamnya.
“Tim SAR Gabungan telah bekerja keras dalam melaksanakan operasi SAR ini dimana Tim melakukan penyisiran di aliran sungai Wolowona sejuh 1.5 KM, Penyisiran dekat muara nanganesa sejauh 8 NM menggunakan rubber boat Unit Siag SAR Ende dan Speed Boat Polair Ende serta penyisiran di darat sejauh 2 KM dari muara nanganesa namun hasil nihil,” terangnya.
Ia menambahkan, segi aturan yang mengharuskan ditutup dan di hentikannya operasi pencarian korban.
“Operasi SAR juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pertolongan dan Pencarian. Namun apabila korban ditemukan setelah hari ke-7 maka operasi SAR akan dibuka kembali,” tutup Mexianus Bekabel. (Faidin)






