banner 728x250 banner 728x250

Gelar Workshop, AMSI Gandeng BNI Tingkatkan Literasi Keamanan Digital Perbankan

Direktur Eksekutif Asosiasi Media Siber Indonesia, Adi Prasetya

Enewsindonesia.com, Jakarta – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) gandeng BNI gelar worskhop literasi “keamanan digital perbankan, peduli lindungi data pribadi” yang diikuti sekitar 100 media anggota AMSI dari seluruh Indonesia yang digelar secara virtual zoom, Jumat (19/8/2022) lalu.

Worskhop AMSI dan BNI dimoderatori Irna Gustiawati-pimpinan redaksi liputan6.com dengan menghadirkan pembicara Horas V. M Tarihoran, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Pemimpin Divisi Manajemen Resiko Bank BNI, Rayendra Minarsa Goenawan, Guru Besar Ilmu Komuter Sains Universitas Sampoerna, Prof Teddy Mantoro,  dan Citra Dyah Prastuti Pengurus AMSI yang juga Pimpinan Redaksi KBR.id.

banner 728x250

Direktur Eksekutif Asosiasi Media Siber Indonesia, Adi Prasetya mengatakan bahwa dunia makin digital dan traksaksi digital banking terus meningkat. Sesuai data yang disebut Bank Indonesia (BI), pertumbuhan transaksi terus meningkat. Pada tahun 2021 transaksi digital banking mencapai hampir 40 ribu triliyun dan tahun 2022 itu BI peridiksi bisa mencapai 51 ribu triliyun.

“Indonesia juga menjadi negara yang sangat rawan dari ancaman siber, tentu juga termasuk di dunia perbankan. Transformasi digital ini harus kita imbangi dengan memberi literasi kepada masyarakat dan media di AMSI ikut menjadi pencerah agar masyarakat makin melek digital dan paham tentang hak dan kewajiban dan apa yang harus dilakukan untuk bisa mengamankan data pribadi dan data digital banking,” ungkap Adi Prasetya.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini kita bisa mengedukasi masyarakat agar tidak melek digital untuk keamanan data pribadi dan data digital banking. Literasi masyarakat terkait digital perbankan masih tendah sehingga dibutuhkan kegiatan seperti ini untuk mengedukasi masyarakat,” ungkap Adi Prasetya.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran menjelaskan bahwa literasi keuangan itu penting sekali apalagi sekarang ini semuanya serba online kalau ini kita tidak memberikan literasi kepada masyarakat maka ini tentu akan membuat banyak masalah di masyarakat kita.

Horas V. M Tarihoran, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK

Saat ini kita dihadapkan dengan konsumen yang serba mudah, cepat dan nyaman. Karena kita hidup di era digital, tentu memerlukan keamanan siber yang serba kompetitif yang dibarengi dengan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan digitalisasi dengan menyalagunakan data.

“Aspek yang paling penting di era digital adalah aspek perlindungan konsumen. Dan kegiatan literasi tidak mungkin bisa dilakukan sendiri oleh OJK, tentu kami membutuhkan sinergitas dengan pelaku jasa keuangan dan terlebih kepada rekan-rekan media untuk membantu kami terkait pentingnya literasi keuangan digital bagi masyarakat kita,” jelasnya.

Pemimpin Divisi Manajemen Resiko Bank BNI, Rayendra Minarsa Goenawan, menjelasakan tentang perlindungan data terutama konsumen. Di butuhkan literasi digital untuk menghindari kejahatan digital yang akan menyalahgunakan data diri.

Pemimpin Divisi Manajemen Resiko Bank BNI, Rayendra Minarsa Goenawan

“Salah satu bentuk komitmen kami di BNI, kami mempunyai unit khusus melakukan pemantauan, bukan hanya pemantauan tapi kita juga melaporkan dan melakukan follow up aduan-aduan nasabah ke call center kami. Tim investigasi kami juga terus bergerak mencari, mendukung dan mengamankan nasabah kami yang menaruh kepercayaan kepada kami, dan kami menjawab komitmen-komitmen itu,” ungkapnya.

Kami sangat mengharapkan informasi yang diberikan nasabah kepada kami adalah informasi up to date (Terkini), karena akan menjadi kerugian bagi nasabah sendiri atau teman-teman pada saat tidak men update informasi kepada Bank.

“Kami menghimbau kepada masayarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan transaksi perbankan,” imbuhnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Komuter Sains Universitas Sampoerna, Prof Teddy Mantoro, menjelaskan nasabah perbankan sangat rawan dari aksi kejahatan siber maka dibutuhkan perlindungan data diri di platform digital.

Guru Besar Ilmu Komuter Sains Universitas Sampoerna, Prof Teddy Mantoro

“Jauhi gaway saat emosi, memakai sumber internet sendiri, berhati-hati saat meeting online dengan orang asing dan saat memposting di media social, belanja online di platform terpercaya, dan password harus berubah di setiap platform,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.