Farmasi Kolab Fikom UMI Borong Juara Di Lomba KTI Lombok

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR – Mahasiswa Fakultas Farmasi kolaborasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus pada Lomba Karya Tulis Ilmiah FAPERTA FAIR 2 tingkat Nasional yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 16-18 Juli 2022 di Lombok, NTB.

FAPERTA FAIR merupakan singkatan dari Futuristics and Prestige Research, Technology and Art yang diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, dengan tema “Ide dan Inovasi untuk Mewujudkan Indonesia yang Lebih Baik” dan terdiri dari beberapa sub bidang mulai dari kesehatan, teknologi, hukum, pendidikan, ekonomi, serta pertanian dan pangan yang diperlombakan.

banner 728x250

Abdul Malik, P.hD, Dekan Fakultas Farmasi UMI Makassar, mengungkapkan bahwa adapun rangkaian kegiatan ini yaitu tahapan seleksi Full Paper KTI, pengumuman lolos Full Paper hingga kegiatan presentasi luring pada hari pertama 16 Juli serta hari kedua dan ketiga yaitu Field trip.

“Selama acara presentasi berlangsung, kegiatan diikuti oleh 54 tim dengan total 127 peserta dari berbagai Universitas Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia. Total tim yang ikut berasal dari 35 universitas dan beberapa diantaranya berasal dari universitas ternama seperti UGM, UB, UNPAD, UNAIR, UNHAS, Pertamina, Unsoed dan lainnya. Adapun kategori penghargaan terdiri dari Juara umum, Juara 1,2,3, Harapan 1,2,3, Best Presentation, Best Poster, Best Paper untuk seluruh bidang serta Gold, Silver dan Bronze medal untuk setiap sub bidang,” tuturnya, Jumat (22/07/22).

Kegiatan presentasi berlangsung selama satu hari penuh yang dimulai dari babak penyisihan pada masing-masing sub bidang, kemudian dipilih satu tim terbaik mewakili setiap sub bidang untuk meraih Gold Medal sekaligus melanjutkan presentasi umum memperebutkan juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3.

“Tim Farmasi x Fikom UMI mengangkat judul ‘NANOLIGO: Formulasi Nanokapsul Ekstrak Tinta Cumi Terenkapsulasi Limbah Endoskeleton Cumi sebagai Terapi Antiangiogenik pada Pengobatan Kanker‘ Inovasi ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa tinta cumi memiliki kandungan senyawa melanin dan peptidoglikan yang berpotensi sebagai terapi pengobatan kanker melalui pencegahan penyebaran sel-sel kanker. Selain itu, pada cumi-cumi juga terdapat endoskeleton atau tulang rawan yang dapat dimanfaatkan sebagai kitosan alami pada proses formulasi nanoenkapsulasi sediaan obat. Para juri sangat tertarik dengan ide ini dan berharap agar dapat segera diimplementasikan dan diproduksi,” terangnya.

Ide tersebut memberikan tim ini Gold Medal pada bidang Kesehatan dan Juara 3 untuk semua kategori bidang. Sebelumnya, masing-masing bidang (6 bidang) yang memperoleh Gold Medal melanjutkan tahapan presentasi untuk merebut 6 besar dan akhirnya tim UMI mendapat Juara 3 Umum dan Best Presentasi.

“Kami kolaborasi dengan fakultas lain karena rencananya kami membagi tugas ada yang benar-benar fokus pada konten Full Paper dan perangkat pendukung lainnya seperti desain PPT, Leaflet, X-Banner, Poster dan sebagainya. Berhubung kegiatan ini dapat diikuti 3-5 orang dan merupakan lomba KTI yang pertama kali kami ikuti. Jadi kami mencoba manfaatkan peluang ini,” jelasnya.

Ia tidak menyangka kalau akan mendapat tiga penghargaan sekaligus karena ada rasa pesimis melawan kampus ternama.

“Tapi pada akhirnya, dengan segala usaha dan doa kami saling mendukung dan beranikan diri untuk bisa memaksimalkan semuanya, mulai dari pembuatan power point hingga latihan persiapan presentasi,” ungkapnya.

“Apalagi pada saat pengumuman kategori Best Presentasi, kami tidak menduga bisa mendapatkan itu. Kemungkinan karena beberapa hal yang unik dan berbeda dengan tim lain, kami tidak luput dengan beberapa tips seperti opening, closing, perangkat presentasi (Power Point, leaflet, X-Banner, Poster yang didesain oleh teman satu tim dari Fikom UMI) pembagian presenter, hingga penampilan yang menonjolkan kalau kami merupakan mahasiswa yang berasal dari Makassar,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Farmasi ini berharap semoga ide ini bisa segera diimplementasikan dan dapat memajukan kesehatan Indonesia melalui terapi pengobatan kanker yang inovatif dan aman.

“Kedepannya, kami juga akan mencoba untuk dapat mengintegrasikan teknologi dalam hal pengembangan maupun penyaluran ide tersebut,” pungkasnya.

Diketahui, Mahasiswa yang mengikuti lomba tersebut yaitu Ulfah Ayu Ningsih, Siti Nurlillah Jamaluddin, Andi Afifah Amdar (Farmasi), dan Rivaldi Hidayat (Fikom) yang merupakan mahasiswa angkatan 2019.





Penulis: Andi AkbarEditor: Andi Akbar

Tinggalkan Balasan