ENEWS, MAMUJU ••》Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat merilis perkembangan harga komoditas perkebunan untuk periode pekan pertama Juni 2026. Data tersebut dipublikasikan melalui akun resmi Facebook Disbun Sulbar pada Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data tersebut, sejumlah komoditas unggulan Sulbar masih memiliki nilai jual yang kompetitif di pasaran.
Minyak nilam tercatat menjadi komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp1.000.000 per kilogram.
Untuk komoditas kakao biji kering, harga berada di angka Rp58.000 per kilogram.
Sementara kopi robusta dipasarkan Rp80.000 per kilogram dan kopi arabika Rp94.000 per kilogram.
Pada kelompok rempah-rempah, harga cengkeh kering tercatat Rp110.000 per kilogram, sedangkan lada putih mencapai Rp120.000 per kilogram.
Di sektor kelapa dan turunannya, harga kelapa dalam berada pada Rp3.000 per butir, kopra Rp11.500 per kilogram, dan minyak kelapa Rp40.000 per kilogram.
Adapun gula aren dijual Rp23.000 per kilogram dan sagu basah Rp10.000 per kilogram.
Komoditas lainnya, seperti pala, tercatat Rp40.000 per kilogram, kemiri kupas Rp29.000 per kilogram, serta kemiri bulat Rp6.500 per kilogram.
Disbun Sulbar menyatakan, publikasi harga komoditas dilakukan secara berkala untuk memberikan informasi pasar yang dapat dimanfaatkan petani, pedagang, dan pelaku usaha perkebunan dalam menentukan strategi produksi maupun pemasaran.
Selain menjadi acuan transaksi, informasi harga tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat bagi para pemangku kepentingan sektor perkebunan di Sulawesi Barat.
Daftar Harga Komoditas Perkebunan Sulbar Pekan I Juni 2026;
– Kakao Biji Kering
Rp58.000/kg
– Kopi Robusta
Rp80.000/kg
– Kopi Arabika
Rp94.000/kg
– Cengkeh Kering
Rp110.000/kg
– Lada Putih
Rp120.000/kg
– Kelapa Dalam
Rp3.000/butir
– Kopra
Rp11.500/kg
– Minyak Kelapa
Rp40.000/kg
– Gula Aren
Rp23.000/kg
– Sagu Basah
Rp10.000/kg
– Pala
Rp40.000/kg
– Kemiri Kupas
Rp29.000/kg
– Kemiri Bulat
Rp6.500/kg
– Minyak Nilam
Rp1.000.000/kg
(Hasbi Waluyo)






