Cek Fakta! Video Viral Marsita Seberangi Sungai Banjir di Tutar Hanya untuk Konten

Foto: Kepala Pelaksana BPBD Polman, Faisal Katohidar (kiri), Staf BPBD Polman Abu Bakar (kanan). (Dok. HW)

ENews, Polman •• Seorang ibu di Piriang Tapiko, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) viral di media sosial lantaran nekat menyeberangi sungai saat air sedang meluap pada Senin (15/9/2025) lalu.

Video ibu yang belakangan diketahui bernama Marsita itu pun mendapat berbagai respon dari netizen. Bahkan ada yang menyebut bahwa aksi Marsita terbilang nekat demi hanya keperluan konten.

banner 728x250

Menanggapi video viral itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Faisal Katohidar mengklarifikasi bahwa aksi Marsita bukan untuk keperluan konten.

Faisal mengungkapkan, saat itu Marsita awalnya ke kampung sebelah untuk jajan ke warung. Ketika ia hendak kembali ke rumah, air sungai itu meluap, Marsita pun mencoba menunggu air sungai surut sekira satu jam.

Lebih lanjut Faisal memaparkan, karena Marsita kawatir dengan anaknya di rumah menangis dan ingin menyusui sehingga dia pun nekat menyeberangi sungai.

“Jadi aksi nekat yang dilakukan oleh Ibu Marsita menyeberangi sungai itu murni karena kekwatirannya sama anaknya, bukan untuk konten,” terang Faisal kepada ENews Indonesia, Jumat 19 September 2025.

Saat ibu Marsita menyeberangi sungai kata Faisal, ada salah seorang warga yang menyaksikan aksi Marsita dan akhirnya dia mengabadikan dengan merekam vidio melalu kamera telepon genggamnya dan diunggah di media sosial hingga viral tanpa sepengetahuan Marsita.

“Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa aksi nekat yang dilakukan oleh ibu yang menyeberangi sungai untuk konten hingga viral, kami menilai itu keliru karena nyawa taruhannya,” ujarnya.

Faisal mengimbau Kepada semua masyarakat untuk tetap bijak menyebarluaskan dan mendapatkan informasi di media sosial.

“Buatlah konten yang mengedukasi masyarakat dan yang menginspirasi, bukan konten yang membahayakan nyawa dan dapat meresahkan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, salah seorang warga, Abu Bakar yang mengaku ikut membagikan video itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tutar terutama, Marsita terkait informasi keliru yang ada di media sosial.

“Saya mengakuinya bahwa saya membagikan informasi ke BPBD Sulbar sesuai vidio yang saya dapatkan. Tapi saya tidak mengatakan bahwa Ibu Marsita menyeberangi sungai dan membuat vidio konten sehingga dirinya viral,” jelas Abu Bakar kepada ENews Indonesia, Jumat (19/9).

(Hasbi Waluyo)