ENEWS MAJENE •• Semenjak Tambahan Pengahasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lancar dibayarkan, ekonomi di Majene mengalami resesi.
Diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Majene belum membayarkan TPP ASN sepenuhnya semenjak dua tahun terakhir.
Dari hasil penelusuran Enews Indonesia di Pasar Sentral Majene, para pedagang mengakui sejak dua tahun terakhir ini omset menurun sangat derastis.
Salah seorang pedagang, Rima mengungkapkan, sejak dua tahun terakhir ini dagangannya sangat sepi pembeli. Rima menyebut, rata-rata pembeli barang dagangannya adalah pegawai.
“Saya heran mengapa para Pegawai Negeri Sipil (ASN) di Majene justru banyak yang mengeluh?” tanya Rima.
Bila kondisi seperti ini terus berlanjut tutur Rima, tentunya tidak baik bagi pedagang di pasar. Harus ada perbaikan dan perubahan signifikan.
“Ke depan ini harus kita lakukan perubahan,” tegas Rima kepada Enews Indonesia, Rabu 25 September 2024.
Terpisah, ASN yang enggan disebutkan namanya mengutarakan, pihaknya sangat menyesalkan kebijakan Pemda yang tak bayarkan TPP ASN sepenuhnya.
“Aduh, jujur semenjak TPP ASN tak sepenuhnya dibayar oleh Pemda Majene, seluruh pegawai sangat merasakan dampak,” ungkap ASN yang tak mau disebut namanya kepada Enews Indonesia.
Ia mengaku, SK nya telah digadaikan untuk mengambil kredit di bank dengan harapan pada TPP yang ada sejak pemerintahan Fahmi-Lukman.
“Kami heran dengan kondisi seperti ini. Bukannya mau mensejahterakan ASN tapi justru ingin menyengsarakan,” sesalnya.
Menanggapi hal itu, Paslon Bupati dan Wakil Bupati Aris Munandar dan Adi Ahsan menyampaikan bahwa TPP ASN harus dibayarkan sepenuhnya, karena itu merupakan hak dari pegawai yang telah bekerja sesuai aturan yang berlaku.
“Olehnya itu ASN harus dapat haknya sebagai pegawai yang taat dan patuh terhadap aturan yang telah disepakati,” ungkap Aris Munandar saat ditemui di kediamannya. (Arfan Renaldi)






