Bone  

Bangun Ketahanan Iklim Bone, Pelajaran Pangan Lokal Masuk Kurikulum Mulok

Foto: Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim yang dibuka langsung Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr Ade Farid Ashar, S.STP, M.Si. (Dok. Ros)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Kolaborasi padu Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal ini beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan The International Council for Research in Agroforestry (ICRAF) Indonesia, terus bergerak maju melakukan aksi untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal atas perubahan iklim.

Ketika kelompok masyarakat pada 12 lokus terus dimassifkan, kini ICRAF Indonesia melirik dunia pendidikan untuk menanamkan pemahaman anak sejak dini akan perubahan iklim melalui kurikulum sekolah.



Dalam mengembangkan kurikulum, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan ICRAF Indonesia yang berperan sebagai fasilitator.

Saat ini, ICRAF memang sedang melaksanakan proyek Land4Lives di Sulawesi Selatan, yang salah satu tujuannya mengidentifikasi dan mengamati pangan lokal sebagai kunci untuk menghadapi perubahan iklim.

Betha Lusiana, fasilitator dari ICRAF Indonesia mengatakan, “Pangan lokal sangat berperan dalam mengatasi masalah rawan pangan akibat krisis iklim. Dari integrasi kurikulum ini, harapannya anak-anak mampu memahami pentingnya pangan lokal untuk melawan rawan pangan dan belajar melestarikan pangan lokal mereka.”

Pemerintah Kabupaten Bone akan memasukkan mata pelajaran tentang pangan lokal ke dalam kurikulum muatan lokal (Mulok).

Keputusan ini mencerminkan komitmen Kabupaten Bone untuk menjawab tantangan perubahan iklim melalui edukasi yang berbasis pada kearifan lokal.

Tim Pengembang Kurikulum mulok Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim telah dibentuk melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone nomor 043 tahun 2024.

Tim pengembang diketuai oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Nursalam, dan beranggotakan guru dari sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Bone.

Nursalam menjelaskan, kurikulum mulok tentang pangan lokal dikembangkan dalam rangka merespons kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pangan lokal dalam menghadapi perubahan iklim.

“Langkah ini menjadi bagian integral dari upaya bersama untuk memberdayakan komunitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” terangnya, Selasa, 6 Februari 2024 pagi tadi di Helios Hotel & Convention, Jl Langsat Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Detail tentang kurikulum dibahas dalam Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim yang dibuka langsung Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr Ade Farid Ashar, S.STP, M.Si.

Loka karya selama dua hari, 6-7 Februari yang dihadiri perwakilan OPD, dan guru penggerak tersebut bertujuan mencapai kesamaan persepsi dan mendapatkan tujuan dari para pemangku kepentingan, terkait target-target dan langkah-langkah pengarusutamaan materi Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim.

Dalam sambutannya, Ade Fariq menekankan bahwa pengembangan kurikulum pangan lokal membantu membangun pondasi yang kuat untuk peningkatan kualitas hidup dan ketahanan pangan di Kabupaten Bone.

“Pemerintah Kabupaten Bone, meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai tujuan ini, dan penanaman nilai-nilai pangan lokal di tingkat pendidikan formal, ” jelasnya.

Jurnalis : Rosdiana Sulja