ENews, Makassar •• Rangkaian kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Jilid II Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar memasuki hari kedua dengan penuh kesungguhan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Asrama Haji Sudiang ini mempertandingkan seluruh kategori, yakni 5, 10, 20, dan 30 juz, Sabtu (19/7/2025).
Pagi hari dimulai dengan babak penyisihan terakhir, di mana para peserta tampil dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Proses seleksi dilakukan oleh dewan hakim secara cermat dan berintegritas.
Setelah melalui serangkaian babak penyisihan, malam harinya digelar babak final untuk seluruh kategori.
Sorotan tertuju pada kemampuan para peserta dalam menjaga hafalan, penerapan tajwid, serta ketepatan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Sementara, 12 orang Dewan Hakim semua adalah peserta MTQ Nasional. Terdapat pula Dewan Hakim Provinsi dan Dewan Hakim Nasional. Bahkan tiga di antara Dewan Hakim adalah Peserta International 30 Juz di Makkah pada 2003 dan 2007
Salah seorang Dewan Hakim 20 juz, Ustadz Andi Guli Ahmad Spdi menyampaikan bahwa antusiaa peserta dalam mengikut MHQ IKDH Jilid 2 yang diikuti sekira 100 pondok pesantren se Sulsel ini sangat baik.
Terlebih kata dia, penginapan selama di Asrama Haji ditanggung oleh panitia, dan komsumsi juga ditanggung selama 3 hari, dan ada spesial hadiah umrah selain uang pembinaan bagi pemenang.
“Alhamdulillah, mayoritas peserta tampil memuaskan bahkan, di babak penyisihan ada yang mulus tanpa bel tapi, tidak masuk final karena hanya beda nilai tajwid dan fashohah. Persaingannya sangat ketat,” ungkap Ustadz Andi Guli kepada ENews Indonesia.
MHQ ini menjadi ruang aktualisasi bagi para santri dan alumni pesantren yang tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga semangat dakwah Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.






