ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Pelarian Sainuddin (35), suami ketiga yang diduga membunuh Abrar Sulfiandi (31), suami kedua Suriani (23), ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Bone, Sulsel yang melakukan poliandri, akhirnya terhenti.
Sainuddin berhasil ditangkap di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (23/8/2023) siang tadi. Penangkapan Sainuddin dilakukan oleh anggota Polsek Kodeoha.
“Iya, benar saya juga barusan dapat infonya kalau pelaku Sainuddin sudah tertangkap,” kata Kapolres Bone, AKBP Arief Doddy Suryawan saat ditemui awak media di Kota Makassar, Rabu (23/8/2023) sore.
Doddy mengaku, awalnya pelaku dicurigai kabur ke luar negeri, Malaysia. Tapi karena mengetahui akses bandara dan pelabuhan dijaga ketat polisi, sehingga dia memilih ke Kabupaten Kolaka Utara.
Pelaku dikabarkan ke Kabupaten Kolaka Utara bersama salah seorang keluarganya. Mereka, mengendarai mobil Avanza warna merah.
“Setelah kami dapat informasi ke Kolaka, kami langsung koordinasi dengan Polsek Kodeoha untuk dicegat. Dan benar saja, ia berada disana dan berhasil ditangkap,” jelas dia.
Hingga saat ini, anggota Polres Bone telah berangkat ke Kolaka Utara menjemputnya.
“Anggota kami sementara perjalanan ke sana jemput pelaku untuk dibawa ke Bone,” tandasnya.

Sebelumnya diwartakan, Suriani (23 tahun) perempuan di Dusun 5 Bekku, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), menikah sebanyak 3 kali. Suami pertama sudah bercerai, lalu dia menikah dengan suami kedua bernama Abrar Sulfandi alias AS (31).
Suriani pun berangka ke Negara Malaysia bersama suami keduanya untuk mencari nafkah.
Namun sering sakit-sakitan dan tak akur dengan Suriani, Abrar kembali ke Indonesia lalu menjadi sopir angkutan jmum.
Sepeninggalan Abrar, Suriani kembali menikah siri dengan suami ketiga, Sainuddin (35).
Keduanya lalu pulang ke kampung halaman hingga akhirnya tragedi berdarah terjadi.
Abrar ditemukan tewas bersimbah darah di rumah Hj Rosi yang merupakan saudara mertuanya, Bekku, Desa Pacing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulsel, pada Senin (21/8/2023), sekira pukul 04.00 Wita dini hari lalu.






