ENEWS  

Budaya Literasi Perlu Diperkuat di Tengah Arus Informasi Digital

Foto: Nur Vira Padriani mahasiswi UNIM Bone program studi pendidikan bahasa Indonesia.
Foto: Nur Vira Padriani mahasiswi UNIM Bone program studi pendidikan bahasa Indonesia.

ENEWS, BONE ••》Penguatan budaya literasi dinilai penting untuk membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital.

Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menilai, serta memanfaatkan informasi secara tepat.



Keterampilan tersebut dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar atau menyesatkan.

Sejumlah lembaga pendidikan terus mendorong peningkatan literasi melalui berbagai kegiatan, seperti membaca, diskusi, penulisan karya ilmiah, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran.

UNESCO mendefinisikan literasi sebagai kemampuan mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengomunikasikan, dan menggunakan informasi dalam berbagai konteks kehidupan.

Definisi tersebut menunjukkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat modern.

Pakar pendidikan Indonesia, Anies Baswedan, juga pernah menyatakan bahwa budaya membaca dan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju dan berdaya saing.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone), Nur Vira Padriani, menilai literasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Di era digital, informasi sangat mudah diakses. Karena itu, kemampuan literasi harus terus ditingkatkan agar mahasiswa dan pelajar mampu menyaring informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh hoaks,” ujar Nur Savira, Selasa (22/7).

Menurutnya, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini dan didukung oleh lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat. Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan media digital sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.

“Media sosial dan internet seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri,” tambahnya.

Para pendidik menilai penguatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Selain meningkatkan minat baca, upaya tersebut diharapkan dapat membentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada generasi muda.

Melalui budaya literasi yang kuat, pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan media digital sebagai sumber pengetahuan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (Red)





Tinggalkan Balasan