Hari Sumpah Pemuda, Dosen Sosiologi UNM Gelar Diskusi Tentang Konflik Mahasiswa

Foto: Sopian Tamrin memaparkan materinya di hadapan mahasiswa IPMIBAR

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR – Berangkat dari kegelisahan terkait seringnya terjadi konflik antar kelompok – kelompok mahasiswa khusunya organisasi kedaerahan, dosen Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar menggelar diskusi di sekretariat Badan Pengurus Pusat (BPP) IPMIBAR, Kota Makassar, Jum’at (28/10/2022).

Kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan momentum Hari Sumpah Pemuda.



Kegiatan ini mengangkat tema, “penguatan pendidikan multikultural bagi mahasiswa Bone Barat“.

“Berangkat dari kegelisahan tim pengabdi terkait masih rentannya terjadi gesekan atau konflik di kalangan mahasiswa, khususnya organisasi kedaerahan,” ungkap Drs. Saifuddin, M. Si. Selaku ketua tim.

Adapun tiga dosen sosiologi UNM yang terlibat dalam pengabdian ini adalah Drs. Saifuddin, M. Si. Sebagai ketua dan Sopian Tamrin, S. Pd., M. Pd. serta Riri Amandaria, S. Sos., M. A.

Mengawali proses diskusi tim peserta disuguhkan pertanyaan.

Mengapa masyarakat kita rentan berkonflik?

“Memang ragam kebudayaan kita secara kuantitas bisa dibanggakan. Namun bisa jadi bumerang dengan berbagai perseteruan antar kelompok, etnik, agama dan lainnya jika tidak dikelola dengan baik,” jawab Saifuddin sembari mengurai bagaimana keadaan sosial yang beragam, disertai dengan fanatisme.

Sopian Tamrin sebagai pemateri kedua, mengurai bagaimana modal kultural bisa dimanifestasikan kedalaman maknanya dan relevansinya dalam kondisi sosial yang majemuk.

“Pemuda sebagai kalangan terdidik sangat baik bertindak sebagai influencer dalam mengkampanyekan kerukunan dalam keberagaman. Apalagi ini momen Sumpah Pemuda,” jelas Sopian.

Materi terakhir disampaikan oleh Riri Amandaria, merumuskan peran-peran strategis pemuda dalam menggawangi kolaborasi lintas kelompok.

“Pemuda adalah kelompok sosial yang paling memungkinkan bisa membangun gerakan sosial yang inklusif,” tutur alumni Megister Australia ini yang disampaikan secara daring.

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan dilanjutkan secara daring ini, diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Bone Barat yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Barat (IPMIBAR).

“Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan Workshop Pendidikan multikultural dalam beberapa hari,” ujar Taufik Ketua IPMIBAR. (*)





Tinggalkan Balasan