banner 728x250

4 Pekerja Jalan di Papua Tewas Dianiaya, TPNPB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab

Foto: Kelompok TPNPB-OPM

ENEWSINDONESIA.COM, PAPUA – Sejumlah pekerja jalan Trans-Papua Barat dibantai oleh sekelompok orang tak dikenal pada Kamis (29/9/2022). Terdapat empat orang tewas dalam pembantaian tersebut.

Salah satu pelaku juga sempat memvideo aksi tersebut dan menyebar di sosial media.

banner 728x250

Sebagaimana yang diterima oleh Redaksi Enewsindonesiacom pagi tadi, Jum’at (30/9/2022). Dalam video tersebut, terlihat sejumlah sopir mobil truk tongkang dan ekskavator terkapar dengan luka tebasan benda tajam, disampingnya terlihat beberapa orang yang sedang berdiri dengan memegang senjata tajam jenis parang dan senjata api.

Bahkan, salah satu video memperlihatkan salah seorang yang memegang senjata tajam menganiaya pekerja tersebut. Kelompok separatis Pembebasan Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

Dari data yang dihimpun Enewsindonesiacom, pria yang mengaku sebagai Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Maybrat Arnoldus Yancen Kocu, yang menyebarkan video yang beredar di media sosial tersebut.

Arnoldus mengatakan, penyerangan itu dilakukan karena menurutnya para pekerja adalah intel. Mereka mengaku menemukan senjata tabung dan amunisi pada saat penyerangan.

”Sehingga dari lapangan langsung lakukan tindakan pembunuhan dan penembakan, sekalian membakar 2 truk dan 2 alat ekskavator,” kata Arnoldus dikutip dari Geloraco, Jum’at (30/9/2022).

Dia menyebut, ada 4 korban tewas dan 3 korban luka akibat pembantaian tersebut dan masih ada di TKP yang terletak di Distrik Muskona Barat menuju Muskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni.

”Mayat akan kami tahan, tidak akan kami kasi ke siapa-siapa,. Kami tunggu yang akan mengambil mayat, kami akan tembak mati,” ujar Arnoldus.

Sementara dari laporan Dansatgas Satuan Organik Yonif RK 136/TS mengungkapkan bahwa Pos Mayerga mendapat laporan dari 6 warga tentang adanya serangan, salah satu pelapor datang dalam keadaan luka tembakan senjata api di lengannya.

Mereka adalah pekerja yang sedang membuat jalan di kampung Majnik ke arah Moskona Utara. Pelapor menuturkan ada 12 orang di TKP saat terjadi penyerangan.

Saat menerima laporan tersebut, Komandan Pos Mayerga langsung memberikan pertolongan pertama pada korban dan mengintai lokasi dengan drone.

Mereka menduga, kelompok separatis tersebut menggunakan senjata api rakitan karena berdasarkan laporan masyarakat, suara tembakan terdengar keras. Hingga saat ini personel Pos Mayerga masih siaga dan masih melanjutkan pengintaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *