ENEWS  

2 Korban Dugaan Pemerasan Oleh Oknum LSM Resmi Melapor di Mapolres Bone

Foto: Darwis (kiri) dan Suradi (kanan) yang merupakan pengecer pupuk asal Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone mengaku menjadi korban pemerasan komplotan oknum LSM. (Dok. ENews)

ENEWS, BONE •• Pengecer pupuk yang merupakan korban dugaan pemerasan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (SulSel) resmi melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone pada Rabu (4/6/2025) sekira pukul 15.20 Wita.

Keduanya merupakan warga Kecamatan Kajuara bernama Darwis dan Suradi. Keduanya diduga diperas oleh oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan oknum wartawan.

banner 728x250

Saat ditemui awak media, Darwis dan Suradi membeberkan kejadian yang dialaminya.

“Ada anggota saya yang sedang memuat pupuk menggunakan mobil, di mobil itu tercampur antara pupuk subsidi dan pupuk non subsidi, itu yang dipermasalahkan oleh oknum LSM dan beberapa temannya itu. Harga jual pupuk saya tetap HET,” kata Darwis diadampingi Suradi di hadapan awak media.

Darwis menyatakan bahwa telah memberikan uang sejumlah Rp5 juta kepada pihak oknum LSM tersebut.

“Iya saya kasih Rp5 juta dalam pecahan uang Rp100 ribu di dalam rumah saya. Mereka berempat kala itu, dua di dalam rumah dan dua orang di luar rumah,” sebutnya.

Sementara, Suradi mengaku dimintai uang sebesar Rp50 juta. Alasan dan temuannya sama, pupuk subsidi dan non subsidi bercampur saat dimuat.

“Oknum ini mengancam saya akan mengekspose hal ini bila saya tidak beri Rp50 juta. Saya menolak, akhirnya berita melalui media on line itu naik. Dalam foto (sampul) berita itu, oknum LSM ini berdiri memegang pupuk dalam kantongan,” ungkap Suradi.

Saat berita ini diterbitkan, kedua korban dugaan pemerasan ini masih menjalani rangkaian proses pelaporan di ruangan Reserse Umum Polres Bone.

(Mienk/Red)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan