ENEWS  

Sekretaris DP Polman Kecam Dugaan Pelecehan Seksual Anak PAUD di Desa Batetangnga

Foto: Sekretaris Dewan pendidikan Polman, Awaluddin (tengah/pakai rompi) saat bertemu keluarga korban dugaan pencabulan anak PAUD di Desa Batetangga, Polman. (HW)

ENews, Polman •• Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Awaluddin mengecam keras tindakan pelecehan seksual yang terjadi di PAUD Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang.

Awalauddin mengaku telah menemui empat orang tua korban dugaan pelecehan seksual yang terjadi di PAUD Desa Batetangnga.

banner 728x250

Pertemuan tersebut digelar pada Rabu 17 September 2025 lalu di Kantor Desa Batetangnga yang turut dihadiri Kepala Desa Batetangga.

Dari informasi yang dihimpun, pelecehan seksual tersebut diduga dilakukan oleh kepala sekolah PAUD di desa tersebut.

“Dari hasil asesmen yang kami lakukan dengan orang tua korban, masyarakat dan koalisi masyarakat sipil ditambah dari pendalaman pemberitaan dari berbagai media sejak kasus mulai terungkap mengindikasikan telah terjadi dugaan pencabulan terhadap empat orang anak dalam kampung wilayah yang sama,” ungkap Awalauddin kepada ENews Indonesia, Sabtu (20/9/2025).

Awalaudiin juga menekankan kepada Ketua Dewan Pendidikan Polman agar bisa menempatkan dirinya secara profesional dan objektif menanggapi kasus ini.

Di mana, menurut Awalauddin, Ketua Dewan Pendidikan Polman mengeluarkan statemen yang meresahkan hingga bias di masyarakat terkait kasus ini.

Selain itu, Ketua Dewan Pendidikan Polman dinilai tidak memberikan sikap empati kepada korban dan keluarganya.

Bahkan, Ketua Dewan Pendidikan Polman membeberkan hasil visum korban anak di bawah umur tersebut.

Selaku Sekretaris Dewan Pendidikan Polman, Awaluddin menyebut telah mengambil alih sementara saluran kanal informasi yang di dalamnya mengaitkan secara langsung ataupun tidak yang terkait statemen yang beririsan dengan kasus ini milik Dewan Pendidikan Polman.

“Kami juga meminta APH agar menyeret pelaku pelecehan seksual ini untuk diproses hukum dan dihukum seberat-beratnya agar ini menjadi pembelajaran kepada terduga pelaku tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari dan untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Awalaudiin juga berharap Ketua Dewan Pendidikan Polman bisa menempatkan dirinya secara profesional dan objektif menanggapi kasus ini. Di mana, menurut Awalauddin, Ketua Dewan Pendidikan Polman mengeluarkan statemen yang meresahkan hingga bias di masyarakat terkait kasus ini.

Awaluddin menjelaskan, Dewan Pendidikan merupakan institusi yang dibentuk pemerintah berdasarkan Undang-Undang yang diharapkan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, edukasi dalam konteks menjaga marwah dunia pendidikan.

“Saya melihat ini sebagai ujian dan perlu segera dilakukan evaluasi terhadap bangunan paradigma institusi yang kita bangun,” imbuhnya.

Atas nama Dewan Pendidikan Polewali Mandar, Awaluddin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

Sekaligus mengutuk keras tindakan pencabulan anak di bawah umur ini dan akan mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan masalah ini secara transparan dan akuntabel dan siap mengawal kasus ini hingga selesai.

“Kita juga mengimbau dalam penanganan kasus ini berjalan secara humanis dan transparan kepada korban dan keluarganya agar tidak terjadi intimidasi karena ini melibatkan anak di bawah umur termasuk di dalamnya mengantisipasi ekses eksternal dalam wilayah Batetangnga yang berpotensi saling serang di media sosial,” jelasnya.

(Hasbi Waluyo)