ENEWS, POLMAN ••》Turnamen sepak bola Polman Cup VI 2026 menuai kontroversi setelah Tim Persipare melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan yang digelar Rabu (6/5/2026).
Protes tersebut mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial usai akun Facebook @Mel-qBoyParassa mengunggah kritik terbuka kepada panitia turnamen.
Dalam unggahan itu, panitia diminta segera mengevaluasi perangkat pertandingan yang dianggap tidak profesional dan diduga memiliki kedekatan dengan salah satu tim peserta.
“Untuk panitia turnamen Polman Cup, evaluasi wasit yang memimpin dalam pertandingan. Jangan pakai wasit yang ada anaknya main dalam satu tim sebagai calon lawan nantinya, apalagi orang dalam karena pasti akan merugikan tim lain,” tulis akun tersebut.
Pihak Persipare menegaskan bahwa mereka menerima kekalahan maupun kemenangan sebagai bagian dari sepak bola.
Namun mereka menilai pertandingan menjadi tidak fair ketika keputusan-keputusan wasit dianggap merugikan salah satu tim.
“Kalah menang dalam pertandingan itu wajar, tapi tidak wajar kalau dipermainkan sama wasit,” lanjut unggahan itu.
Sorotan terhadap jalannya kompetisi juga datang dari sejumlah pecinta sepak bola di kolom komentar media sosial. Akun Facebook @MansyahPakherman menilai kompetisi sebesar Polman Cup akan kehilangan makna jika diwarnai dugaan ketidakadilan.
“Percuma capek-capek gelar kompetisi kalau diwarnai kecurangan. Biarkan berjalan fair play, siapa pun pemenangnya itu yang terbaik. Kapan sepak bola bisa maju kalau masih ada ketidakadilan di dalamnya,” tulisnya.
Kritik semakin meluas setelah Ketua Askot PSSI Parepare, Ahmad Arbi Agus Arbi, turut angkat bicara.
Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas kepemimpinan wasit di turnamen tersebut.
“Saya selaku Ketua Askot PSSI Parepare dengan tegas tidak akan lagi Persipare ikut di turnamen Polman Cup selama kepemimpinan saya,” tulis Ahmad Arbi dalam kolom komentar Facebook.
Menurutnya, turnamen sekelas Polman Cup seharusnya dipimpin oleh perangkat pertandingan yang profesional, independen, dan memiliki integritas tinggi demi menjaga sportivitas kompetisi.
“Turnamen besar tapi wasit yang memimpin tidak punya integritas. Saya juga akan menyampaikan ke semua Ketua Askot dan Askab di Sulawesi Selatan agar turnamen ini menjadi perhatian dan tidak diikuti tim Sulsel,” lanjutnya.
Kontroversi ini memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.
Sejumlah warganet meminta panitia Polman Cup VI segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan guna menjaga kepercayaan peserta dan publik terhadap turnamen tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia Polman Cup VI 2026 maupun pihak wasit yang memimpin pertandingan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang beredar di media sosial. (*)






